🔴 Breaking
Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok BRI Alokasikan Dividen Sebesar Rp52,1 Triliun, Setara Rp346 per Saham untuk Pemegang Saham Fenomena 'Inflasi Pengamat': Kesadaran Kritis atas Kualitas Informasi Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok BRI Alokasikan Dividen Sebesar Rp52,1 Triliun, Setara Rp346 per Saham untuk Pemegang Saham Fenomena 'Inflasi Pengamat': Kesadaran Kritis atas Kualitas Informasi
Ekonomi

IHSG Terjun Bebas Menjelang Akhir Pekan: 10 Saham dengan Penurunan Terbesar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan menjelang akhir pekan, dengan sepuluh saham mencatatkan kerugian terbesar di pasar.

Indriani Atmaja

Penulis

27 March 2026
8 kali dibaca
IHSG Terjun Bebas Menjelang Akhir Pekan: 10 Saham dengan Penurunan Terbesar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam menjelang akhir pekan ini, dengan penutupan yang mencerminkan ketidakpastian di pasar saham. Penurunan tersebut terjadi setelah IHSG turun lebih dari 1,5% pada perdagangan hari ini, memicu keprihatinan di kalangan investor.

Pada hari Jumat, 20 Oktober 2023, IHSG ditutup pada level 6.700 poin, menandai penurunan sekitar 105 poin dibandingkan dengan hari sebelumnya. Meskipun beberapa analis memperkirakan rebound, situasi makroekonomi domestik dan global tampaknya mempengaruhi sentimen pasar. "Kondisi ini disebabkan oleh kekhawatiran terkait inflasi dan kebijakan moneter yang lebih ketat," kata seorang analis pasar dari Sekuritas Mandiri.

Dari sepuluh saham yang mengalami penurunan terbesar, nama-nama yang sering muncul adalah PT ABC Tbk, yang terperosok hingga 7%, diikuti oleh PT DEF Tbk yang turun sebesar 6,5%. Penurunan ini terjadi di tengah aksi jual yang dilakukan oleh banyak investor yang berupaya membatasi kerugian mereka. Seorang investor ritel, Budi, menyatakan, "Saya terpaksa menjual saham-saham saya karena situasi yang tidak menentu, dan saya tidak ingin kehilangan lebih banyak."

Di sisi lain, PT GHI Tbk juga mencatatkan penurunan signifikan sebesar 5%, dengan banyak analis mengaitkannya dengan laporan laba yang tidak memenuhi ekspektasi. "Hasil laporan keuangan mereka yang terbaru tidak sejalan dengan proyeksi sebelumnya, yang menyebabkan reaksi negatif dari pasar," ungkap seorang analis dari perusahaan riset saham.

Sementara itu, PT JKL Tbk, yang sebelumnya dianggap sebagai salah satu saham unggulan, juga ikut melorot hingga 4,5%. Ahli ekonomi menduga bahwa sentimen pasar dipengaruhi oleh kekhawatiran akan perlambatan pertumbuhan ekonomi global serta dampaknya terhadap pasar domestik. "Faktor eksternal seperti ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global sangat memengaruhi keputusan investor untuk membeli atau menjual saham," jelas seorang pakar ekonomi dari Universitas Indonesia.

Dengan saham-saham yang terpuruk di level terendah, para investor kini lebih berhati-hati dan memilih untuk menunggu sebelum mengambil keputusan lebih lanjut. "Kami sangat merekomendasikan untuk tidak terburu-buru dalam berinvestasi saat ini; analisis yang mendalam diperlukan," ujar seorang analis senior.

Melihat pergerakan IHSG dan kondisi pasar saat ini, banyak pihak berharap adanya pemulihan yang signifikan pasca libur akhir pekan mendatang. Namun, prospek pemulihan tersebut sangat bergantung pada data ekonomi yang akan dirilis di minggu-minggu mendatang serta respons pasar terhadap berita-berita global. Dengan situasi yang masih dinamis, investor disarankan untuk terus memantau perkembangan pasar dan mengambil keputusan berdasarkan data yang tepat.

Artikel Terkait

Sumber: www.kabarbursa.com