Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan pada hari Kamis, 18 Juni 2026, dengan posisi yang tidak menguntungkan, berada di zona merah. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG tercatat mengalami penurunan sebesar 48,18 poin atau setara dengan 0,77 persen, sehingga berada di level 6.172,56.
Pelemahan ini terjadi meskipun terdapat aktivitas beli yang cukup besar dari investor asing. Data perdagangan di pagi hari menunjukkan bahwa nilai beli asing mencapai Rp11,81 triliun, sementara nilai jual asing tercatat sebesar Rp9,30 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia masih mencatatkan net foreign buy sebesar Rp2,51 triliun di seluruh pasar.
Selama sesi awal perdagangan, IHSG bergerak dalam kisaran 6.170 hingga 6.197. Total volume transaksi yang tercatat mencapai 3,88 juta lot dengan nilai perdagangan sebesar Rp308,56 miliar dari 47.150 transaksi.
Sektor Saham Mayoritas Melemah
Kebanyakan sektor saham mengalami penurunan, yang menjadi faktor utama penekan indeks. Sektor infrastruktur mengalami penurunan paling signifikan dengan penurunan sebesar 1,12 persen. Sektor bahan baku atau basic materials juga melemah 0,74 persen, diikuti oleh sektor keuangan yang turun 0,61 persen, sektor energi yang terkoreksi 0,55 persen, serta sektor transportasi yang melemah 0,43 persen. Sektor perindustrian dan sektor barang konsumsi primer juga mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,36 persen dan 0,02 persen.
Di sisi lain, hanya dua sektor yang mampu bertahan di zona positif. Sektor kesehatan mencatatkan penguatan sebesar 0,30 persen, sementara sektor properti naik tipis sebesar 0,09 persen.
Pergerakan Saham Terkemuka
Dari daftar saham yang mengalami kenaikan tertinggi, PT Aracord Nusantara Group Tbk (RONY) memimpin dengan lonjakan 24,66 persen, mencapai harga Rp1.390 per saham. Di posisi kedua, PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) menguat 24,59 persen menjadi Rp760 per saham. Selain itu, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) yang bergerak di bidang distribusi bahan bangunan dan barang konsumsi, naik 20,28 persen ke level Rp344. Saham PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) juga mengalami penguatan 15,69 persen menjadi Rp118, sedangkan PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk (JATI) naik 15 persen ke posisi Rp115 per saham.
Di sisi lain, beberapa saham besar mengalami penurunan yang signifikan. PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) memimpin penurunan dengan penurunan 8,06 persen menjadi Rp171 per saham. PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) juga mengalami koreksi sebesar 7,53 persen ke level Rp172. PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY), yang bergerak di sektor hiburan dan gaya hidup, melemah 6,91 persen menjadi Rp1.550 per saham. Sementara itu, PT Elnusa Tbk (ELSA), yang bergerak di jasa energi, turun 6,50 persen menjadi Rp575 per saham. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga tercatat mengalami penurunan 6,42 persen ke level Rp2.770 per saham.
Sebelumnya, Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa pelemahan yang terjadi saat ini merupakan bagian dari fase koreksi jangka pendek sebelum IHSG berupaya untuk melanjutkan penguatan. “Kami memperkirakan, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 3, adapun penguatan IHSG kami perkirakan akan menguji di 6.476-6.577, namun demikian tetap cermati akan adanya koreksi dari IHSG ke level area 6.113-6.176,” ungkap Herditya dalam riset hariannya, Kamis, 18 Juni 2026.
Dengan proyeksi tersebut, IHSG masih memiliki kesempatan untuk bergerak menuju area 6.476 hingga 6.577 jika tekanan jual mulai mereda. Namun, investor disarankan untuk tetap waspada terhadap kemungkinan indeks kembali mengalami koreksi ke rentang 6.113 hingga 6.176 sebelum menemukan pijakan yang lebih kuat.