Ekonomi

Inovasi Dekorasi Rumah dari IDEacraft Dapat Dukungan BRI

Swabawa Arif Wicaksono mengembangkan hobi melukisnya menjadi bisnis dekorasi rumah bernama IDEacraft, yang kini mendapatkan dukungan dari PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk memperluas pasar.

D
Darma Yudhistira
24 June 2026 23 pembaca
Kisah IDEacraft, UMKM dekorasi rumah yang tumbuh bersama BRI. Foto: dok. BRI
Kisah IDEacraft, UMKM dekorasi rumah yang tumbuh bersama BRI. Foto: dok. BRI

KABARBURSA.COM – Swabawa Arif Wicaksono berhasil mengubah hobi melukisnya menjadi sebuah peluang bisnis yang menjanjikan di bidang dekorasi rumah. Melalui IDEacraft, sebuah UMKM yang didirikan di Semarang, Jawa Tengah pada tahun 2019, ia kini dapat memasarkan berbagai produk dekorasi ke sejumlah daerah di Jawa Tengah. Dukungan dari program pemberdayaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI turut membantu dalam pemasaran produknya.

IDEacraft menawarkan beragam produk dekorasi rumah yang menggabungkan estetika dan fungsi, seperti lampu teko, teko lukis batik, toples kue, dan botol handsoap yang menjadi favorit di kalangan konsumen. Swabawa menjelaskan bahwa usaha ini lahir dari kecintaannya pada seni dan keinginan untuk menciptakan produk dekoratif yang menarik dan memiliki nilai jual. “Ide membuat usaha IDEacraft berawal dari hobi melukis dan melihat peluang untuk menciptakan produk dekorasi rumah yang cantik, unik, dan bernilai jual. Usaha ini dimulai dengan modal sekitar Rp300.000 dan sebuah alat untuk membuat lilin. Dari penjualan produk awal tersebut, keuntungan yang diperoleh terus diputar kembali sebagai modal usaha selama kurang lebih empat tahun,” ujarnya.

Perluasan Jangkauan Pasar IDEacraft

Dengan desain yang menarik dan harga yang bersaing, IDEacraft terus berusaha memperluas jangkauan pasarnya. Produk-produk mereka dapat ditemukan di berbagai platform, termasuk media sosial, galeri hotel, serta beberapa rest area di Jawa Tengah. Pada tahun 2022, Swabawa mulai aktif menjalin kerjasama dengan komunitas UMKM, yang membawanya untuk bergabung dengan Rumah BUMN BRI. Ia menilai bahwa Rumah BUMN BRI menyediakan berbagai fasilitas yang mendukung pengembangan usaha.

“Saya memutuskan untuk bergabung karena Rumah BUMN BRI menyediakan berbagai fasilitas yang mendukung pengembangan usaha, mulai dari pelatihan, program kurasi melalui BRIncubator, akses pasar melalui galeri Rumah BUMN dan UMKM EXPO(RT), hingga dukungan untuk menghubungkan dengan layanan keuangan seperti BRImo, EDC, QRIS, serta akses pembiayaan KUR maupun kredit komersial,” jelasnya.

Dampak Pelatihan dan Layanan Digital BRI

Swabawa juga menyampaikan bahwa pelatihan branding dan digital marketing yang diperoleh dari Rumah BUMN BRI memberikan dampak signifikan bagi perkembangan IDEacraft. Selain itu, proses kurasi melalui BRIncubator dan partisipasi dalam BRI UMKM EXPO(RT) juga membantu meningkatkan visibilitas produk di pasar yang lebih luas. Untuk mendukung operasional usaha, IDEacraft memanfaatkan berbagai layanan digital dari BRI, seperti BRImo, QRIS BRI, dan merchant BRI, yang dianggap sangat mempermudah transaksi serta mempercepat pencairan dana dari penjualan.

Sementara itu, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa perjalanan IDEacraft menunjukkan bahwa kreativitas yang dikelola dengan baik dapat menjadi dasar untuk bisnis yang berkelanjutan. “IDEacraft menunjukkan bahwa kreativitas yang dipadukan dengan ketekunan dapat menghasilkan produk yang unik dan memiliki nilai tambah. Kemampuan memanfaatkan berbagai peluang pengembangan usaha, mulai dari peningkatan kapasitas hingga perluasan akses pasar, menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing UMKM. BRI akan terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan yang membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas usaha, memperluas peluang pengembangan bisnis, serta mendorong lebih banyak UMKM untuk naik kelas,” pungkas Dhanny.

Sebagai informasi tambahan, hingga akhir Maret 2026, BRI telah membina 54 Rumah BUMN yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Melalui program ini, BRI telah melaksanakan lebih dari 18 ribu pelatihan untuk para pelaku UMKM yang ingin meningkatkan kapasitas, daya saing, dan mendapatkan akses pasar yang lebih luas.

Artikel Terkait