Kesehatan

Kasus Kontroversial Dokter Obgyn Terkait DM Bernada Seksual, Penugasan Dinonaktifkan

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr Muhammad Iqbal SpOG, menjadi sorotan setelah percakapan melalui DM Instagram yang diduga bernada seksual viral. Klinik tempatnya berpraktik, Kirana Clinic,...

E
Eko Prasetyo
03 September 2026 2 pembaca
Foto: Getty Images/Juanmonino
Foto: Getty Images/Juanmonino

Jakarta - Dr Muhammad Iqbal SpOG, seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi, menarik perhatian publik setelah percakapan melalui direct message (DM) di Instagram yang diduga bernada seksual menjadi viral di media sosial. Kirana Clinic, tempat ia berpraktik, telah mengambil langkah untuk menonaktifkan penugasannya.

Peristiwa ini bermula dari beredarnya percakapan antara akun Instagram @iballmd yang diduga milik dr Muhammad Iqbal dan akun @leonakanza_17. Percakapan tersebut kemudian menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.

Pernyataan Manajemen Klinik

Manajemen Kirana Clinic menyatakan bahwa masalah ini merupakan percakapan pribadi yang terjadi di luar konteks pelayanan kesehatan klinik. "Manajemen menyatakan bahwa permasalahan di media sosial yang diduga dilakukan oleh dr Muhammad Iqbal SpOG tersebut merupakan percakapan yang sifatnya pribadi dan terjadi di luar lingkungan proses pelayanan kesehatan Kirana Clinic," demikian pernyataan resmi manajemen melalui akun Instagram mereka.

Meskipun peristiwa tersebut terjadi di luar lingkungan klinik, manajemen tetap meminta dr Muhammad Iqbal untuk memberikan klarifikasi mengenai situasi ini. "Sebagai bentuk tanggung jawab profesi, manajemen telah meminta yang bersangkutan memberi klarifikasi agar permasalahan ini dapat diselesaikan dengan baik," tulis manajemen.

Penonaktifan Penugasan Dokter

Sebagai langkah selanjutnya, Kirana Clinic memutuskan untuk menonaktifkan penugasan dr Muhammad Iqbal. Penonaktifan ini akan berlaku hingga waktu yang belum ditentukan. "Penugasan dr Muhammad Iqbal SpOG di Kirana Clinic kami nonaktifkan sampai batas waktu yang belum ditentukan akibat situasi ini," jelas manajemen.

Klinik juga mengungkapkan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat masalah ini. "Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan," lanjut manajemen.

Awal mula dugaan pelecehan seksual daring ini muncul setelah seorang perempuan membagikan pengalamannya di platform Threads. Dalam unggahannya, ia mengaku menerima beberapa DM yang dianggapnya tidak pantas, dan salah satu pesan diduga berasal dari akun resmi seorang dokter obgyn. "Sebenarnya banyak juga kok yang DM-DM aku lebih dari apa yang dokter ketik. Tapi sejauh ini baru kali ini aku dapat DM jorok dari akun real dan maaf dia seorang 'DOKTER OBGYN'," tulisnya.

Perempuan tersebut juga menyatakan bahwa ia menyadari penampilannya sering menjadi sasaran komentar di media sosial, namun hal itu tidak seharusnya dijadikan alasan untuk mengirimkan pesan bernada seksual.

Respons POGI

Dugaan ini juga mendapatkan perhatian dari Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI). Ketua Umum POGI, Prof Dr dr Budi Wiweko, SpOG, SubspFER, menyatakan penyesalannya atas dugaan tersebut. Namun, POGI belum dapat mengambil kesimpulan sebelum mendapatkan informasi dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. "Kami sangat menentang keras hal ini. Tapi, kami akan cek dulu," kata Budi.

Hingga saat ini, POGI belum menerima laporan resmi terkait dugaan tersebut, namun mereka siap untuk membantu dan mendampingi korban jika laporan resmi disampaikan. Jika terbukti, dokter yang bersangkutan dapat menghadapi proses melalui mekanisme internal organisasi profesi. "Akan disidangkan di Dewan Pembina POGI. Ada panduannya, jenis pelanggarannya apa, sanksinya bagaimana," ujarnya.

Dengan demikian, saat ini terdapat dua proses yang sedang berlangsung. Kirana Clinic telah mengambil langkah administratif berupa penonaktifan sementara dr Muhammad Iqbal, sementara dugaan pelanggaran etika profesi masih menunggu klarifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut.

Artikel Terkait