Nasional

Jerman Menghadapi Krisis Kesehatan akibat Gelombang Panas Ekstrem

Lembaga kesehatan di Jerman melaporkan hampir 10 ribu kematian akibat suhu panas ekstrem pada tahun 2026, menjadikannya sebagai angka tertinggi sejak pencatatan dimulai.

V
Vina Maharani
31 July 2026 18 pembaca
Jerman Catat Hampir 10 Ribu Kematian akibat Suhu Panas
Jerman Catat Hampir 10 Ribu Kematian akibat Suhu Panas

Pada tanggal 30 Juli 2026, lembaga kesehatan masyarakat Jerman mengumumkan bahwa hampir 10 ribu orang di negara tersebut telah meninggal dunia akibat dampak suhu panas yang ekstrem sepanjang tahun ini. Angka kematian ini menjadi yang tertinggi dalam satu tahun sejak pencatatan dimulai pada tahun 2016.

Robert Koch Institute (RKI) yang berlokasi di Berlin memperkirakan bahwa sekitar 9.800 orang telah meninggal akibat suhu panas yang melanda sejak awal April hingga 19 Juli 2026. Angka ini melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada tahun 2018, di mana sekitar 8.900 orang diperkirakan tewas karena alasan serupa.

Kematian Terbanyak pada Bulan Juni

RKI mencatat bahwa lebih dari 5 ribu kematian terkait gelombang panas terjadi pada paruh kedua bulan Juni, saat suhu di beberapa daerah di Jerman mencapai sekitar 40 derajat Celsius. Layanan iklim Eropa, Copernicus, menyatakan bahwa bulan Juni 2026 merupakan bulan terpanas yang pernah tercatat di Eropa Barat.

Dari total kematian tersebut, sebanyak 7.880 orang berusia 75 tahun ke atas. RKI menambahkan bahwa jumlah perempuan yang meninggal akibat suhu panas lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki, hal ini disebabkan oleh proporsi perempuan yang lebih besar dalam kelompok populasi lanjut usia.

Dampak Perubahan Iklim

Para ilmuwan menyatakan bahwa perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia berkontribusi pada frekuensi dan intensitas gelombang panas yang semakin meningkat. Hal ini meningkatkan risiko penyakit dan kematian yang berhubungan dengan suhu tinggi. Suhu panas sering kali tidak tercantum dalam sertifikat kematian, karena biasanya tidak menjadi penyebab langsung kematian, kecuali dalam kasus seperti sengatan panas.

Dalam banyak situasi, suhu tinggi memperburuk kondisi kesehatan yang sudah ada, seperti penyakit jantung, gangguan pernapasan, atau penyakit ginjal. Selain itu, media di Jerman melaporkan bahwa rendahnya permukaan air Sungai Rhine, yang dipicu oleh gelombang panas, mulai mengancam aktivitas pelayaran.

Laporan menunjukkan bahwa ketinggian air di titik pengukuran Kaub, yang terletak di kawasan Rhine Tengah, mendekati rekor terendah yang tercatat pada tahun 2018, di mana permukaan air hanya mencapai 25 sentimeter. Pusat Prakiraan Banjir Rhineland-Palatinate menyatakan bahwa ketinggian air saat ini hanya terpaut beberapa sentimeter dari rekor terendah sebelumnya dan diperkirakan akan terus menurun hingga 31 Juli 2026.

Saat ini, kapal-kapal kargo masih dapat beroperasi karena kedalaman sungai di jalur pelayaran masih mencukupi. Namun, para operator angkutan sungai terpaksa mengurangi muatan kapal akibat rendahnya permukaan air.

Artikel Terkait