Presiden Joko "Jokowi" Widodo, yang menjabat sebagai Presiden Ketujuh Republik Indonesia, baru saja dianugerahi gelar kehormatan adat dari masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT). Gelar Raja Timor tersebut diberikan dalam sebuah karnaval budaya yang berlangsung di Kelurahan Lai Lai Besi Kopan, Kota Kupang, pada hari Sabtu, 1 Agustus 2026. Acara penobatan ini dipimpin oleh para raja dari seluruh Pulau Timor sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada Jokowi.
Ribuan warga NTT hadir untuk menyaksikan momen sakral ini, yang juga dimeriahkan dengan pertunjukan Tari Caci dan Tari Bonet dari daerah Manggarai. Penganugerahan gelar Raja Timor ini menambah daftar gelar kehormatan adat yang diterima Jokowi setelah masa jabatannya berakhir. Sebelumnya, ia telah dianugerahi gelar adat Baginda Pemuka Bangsa oleh lima kerajaan adat di Lampung, yang melibatkan serangkaian ritual sakral, termasuk ritual menginjak kepala kerbau.
Jokowi Hadiri Rakorda DPD PSI di Kupang
Di hari yang sama, Jokowi juga menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Kota Kupang. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh kader PSI untuk bekerja lebih keras dalam memperkenalkan partai kepada masyarakat. Jokowi menekankan bahwa PSI memiliki ambisi besar untuk Pemilu 2029, bukan hanya untuk sekadar lolos ke Senayan, tetapi ada target lain yang belum ingin diungkapkan.
"Target kita bukan hanya target masuk Senayan. Tapi ada target besar yang pingin kita capai. Tapi nggak usah disampaikan di sini," ungkap Jokowi. Ia menjelaskan bahwa PSI telah melakukan kalkulasi untuk mencapai parlemen pada Pemilu mendatang dan menilai antusiasme kader serta masyarakat yang hadir di Rakorda sebagai modal penting bagi partainya.
Peningkatan Perolehan Kursi PSI di NTT
Jokowi juga menegaskan bahwa kekuatan utama PSI tidak hanya terletak pada jumlah kursi legislatif yang diperoleh, tetapi juga pada pembentukan struktur partai hingga tingkat desa. "Yang saya targetkan, dari DPRD sampai kepengurusan desa terbentuk dan inilah kekuatan besar Partai Gajah," tegasnya.
Ia memberikan apresiasi terhadap peningkatan jumlah kursi PSI di NTT, yang pada Pemilu 2019 hanya memiliki 11 kursi DPRD, namun meningkat menjadi 34 kursi pada Pemilu 2024. Melihat perkembangan ini, Jokowi yakin bahwa NTT akan menjadi basis utama bagi PSI pada Pemilu 2029 yang akan datang.