Nasional

Karyawan TikTok-Tokopedia Pilih Kompensasi, Bukan PHK

Sekitar 200 karyawan TikTok-Tokopedia memilih untuk mengambil paket kompensasi di tengah restrukturisasi organisasi perusahaan, menurut Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.

D
Darma Yudhistira
06 July 2026 25 pembaca
inews.id Sumber: inews.id
Advertisement
Advertisement

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan bahwa sekitar 200 karyawan dari TikTok-Tokopedia telah memutuskan untuk menerima paket kompensasi sebagai bagian dari penataan organisasi perusahaan. Dia menegaskan bahwa hal ini bukan merupakan pemutusan hubungan kerja (PHK) seperti yang banyak diperkirakan.

DPR telah memanggil perwakilan TikTok dari China dan Indonesia untuk memberikan penjelasan terkait isu pemutusan hubungan kerja massal yang beredar di masyarakat. Dasco menjelaskan bahwa setelah akuisisi Tokopedia oleh TikTok Shop, perusahaan melakukan penataan organisasi di berbagai lini usaha.

Penataan Organisasi dan Pilihan Karyawan

"Dalam usaha penataan itu, memang sudah ada yang kemudian mengambil kompensasi karena jumlahnya besar dan bekerja di tempat lain," ujar Dasco setelah pertemuan dengan pihak TikTok dan Tokopedia pada Senin (6/7/2026). Dia menjelaskan bahwa dalam proses penataan tersebut, beberapa pekerja memilih untuk menerima kompensasi, sementara yang lainnya dipindahkan ke anak usaha TikTok yang berbeda.

Jumlah Karyawan yang Terpengaruh

Dasco menambahkan, "Nggak begitu (PHK massal). Jadi, yang ngambil kompensasi tuh baru sekitar 200-an saja dan yang sudah disalurkan, tadi saya belum tepat angkanya berapa. Yang bekerja di tempat lain juga sudah ada beberapa." Hal ini menunjukkan bahwa langkah yang diambil perusahaan lebih bersifat restrukturisasi dibandingkan dengan pemutusan hubungan kerja secara massal.

Artikel Terkait