Nasional

Kasus Penculikan Atlet Golf Jesslyn oleh Ibu Sendiri Terungkap

Polres Metro Jakarta Pusat mengungkap bahwa penculikan atlet golf putri, Jesslyn Wijaya Lay, dilakukan oleh ibunya sendiri karena tidak merestui hubungan Jesslyn dengan pacarnya.

J
Jaya Abdi
31 July 2026 18 pembaca
Terungkap! Atlet Golf Jesslyn Diculik Ibunya karena Tak Direstui
Terungkap! Atlet Golf Jesslyn Diculik Ibunya karena Tak Direstui

Jakarta, IDN Times - Dalam perkembangan terbaru mengenai kasus penculikan atlet golf putri, Jesslyn Wijaya Lay, Polres Metro Jakarta Pusat mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa pelaku penculikan adalah ibunya sendiri. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menjelaskan bahwa ibu Jesslyn memerintahkan orang-orang untuk menculik anaknya saat mereka menghadiri acara ulang tahun neneknya di sebuah restoran di Jakarta Pusat.

“Ada orang-orang yang disuruh oleh ibunya, ibunya Jesslyn yang suruh,” ungkapnya di Polda Metro Jaya pada Jumat (31/7/2026). Setelah penculikan berhasil, ibu Jesslyn langsung membawa anaknya terbang ke luar negeri menuju Bangkok, Thailand. “Jesslyn kami dapat informasi dia mulai dari TKP, terus kemudian ke Semarang. Kemudian naik pesawat dari Bandara Ahmad Yani ke Malaysia, lanjut ke Bangkok. Itu bersama dengan ibunya dan tantenya,” tambahnya.

Motif Penculikan

Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan, diketahui bahwa penculikan tersebut diperintahkan oleh ibunya karena ketidaksetujuan terhadap hubungan Jesslyn dengan pacarnya. “Kemungkinan adalah ketidaksetujuan dari orangtua Jesslyn terhadap Jesslyn yang melakukan komunikasi atau berhubungan dengan pacar atau kawan-kawannya,” jelasnya.

Upaya Polisi untuk Menghubungi Jesslyn

Saat ini, pihak kepolisian masih berusaha untuk berkomunikasi langsung dengan Jesslyn. Hal ini dianggap penting untuk mengetahui apakah kepergian Jesslyn dari restoran di Jakarta Pusat adalah atas kemauannya sendiri atau merupakan penculikan. “Ini tergantung dari bagaimana pengakuannya Jesslyn. Kalau memang ternyata dia tidak keberatan, kemudian ikut ke Semarang, kemudian sampai dengan Bangkok itu dengan kesadarannya sendiri dan tanpa paksaan, baik secara fisik maupun psikologi, itu tidak ada perbuatan pidananya,” tutupnya.

Artikel Terkait