Pendidikan

Keberagaman dalam Wisuda Universitas Pelita Harapan: Dari Tokoh Publik hingga Pejabat Negara

Universitas Pelita Harapan (UPH) menggelar wisuda untuk 4.469 lulusan dalam acara yang berlangsung di Tangerang, menampilkan beragam latar belakang, termasuk figur publik dan aparatur negara.

J
Jaya Abdi
08 May 2026 10 pembaca
kompas.com Sumber: kompas.com
Keberagaman dalam Wisuda Universitas Pelita Harapan: Dari Tokoh Publik hingga Pejabat Negara
Sumber gambar: kompas.com

Universitas Pelita Harapan (UPH) mengadakan upacara wisuda untuk 4.469 lulusan pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026, yang berlangsung di Auditorium Grand Chapel, Kampus Utama UPH Lippo Village, Karawaci, Tangerang, pada tanggal 7 dan 8 Mei 2026. Acara wisuda kali ini mencerminkan keberagaman latar belakang para lulusan, yang meliputi figur publik, keluarga tokoh nasional, serta aparatur negara. Hal ini menunjukkan bahwa UPH menyediakan kesempatan pendidikan bagi berbagai kalangan.

Salah satu lulusan yang menarik perhatian adalah Mawar Eva de Jongh, S.I.Kom, yang berhasil menyelesaikan Program Studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Ilmu Komunikasi. Di tengah kesibukannya di dunia hiburan, Mawar membuktikan bahwa semangat belajar dapat berjalan seiring dengan karier profesional melalui sistem pembelajaran daring. Ketertarikan Mawar terhadap Ilmu Komunikasi muncul dari relevansi bidang tersebut dalam kehidupan sehari-hari serta dukungannya terhadap kariernya sebagai figur publik.

Inspirasi dari Mawar Eva de Jongh

Mawar menyatakan, “Selama belajar di UPH, saya bukan hanya belajar Ilmu Komunikasi lebih dalam, tetapi juga merasa berkembang secara personal dan rohani. Saya sangat bersyukur bisa belajar di UPH.” Ia berharap dapat terus memberikan dampak positif bagi banyak orang melalui karya dan ilmu yang didapatkan selama berkuliah di UPH. “Untuk teman-teman yang sedang belajar atau yang juga berada di industri hiburan, jangan menyerah. Tetap semangat, tentukan tujuan kalian, dan percaya bahwa kalian pasti bisa,” tambahnya.

Selain Mawar, wisuda ini juga dihadiri oleh Evy Harjono, S.H., lulusan Program Hukum S-1 Kelas Karyawan UPH, yang merupakan istri dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI periode 2011-2014, Dr. Amir Syamsudin, S.H., M.H. Kehadiran Evy menjadi contoh bahwa semangat belajar tidak mengenal usia atau latar belakang, sekaligus menunjukkan komitmennya untuk terus mengembangkan diri melalui pendidikan tinggi.

Kerjasama dengan Kepolisian

Keberagaman lulusan juga terlihat dari kehadiran anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang menyelesaikan pendidikan di UPH, hasil dari kolaborasi antara UPH dan Polri. Rektor UPH, Dr (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan para mahasiswa yang telah menyelesaikan studi mereka. Ia menegaskan bahwa pendidikan di UPH tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mempersiapkan lulusan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat. “Kami sungguh mengucap syukur kepada Allah atas seluruh pencapaian mahasiswa. Hari ini, kami mengutus saudara-saudara untuk menjadi pemimpin dan membawa berkat di tengah masyarakat,” ungkap Jonathan.

Acara wisuda ini juga menjadi momen istimewa dengan penganugerahan gelar akademik kehormatan Doktor Honoris Causa (H.C.) di bidang manajemen kepada Wallace Wiley, yang akrab disapa Wally. Gelar ini diberikan atas dedikasinya dalam memajukan pendidikan di pedalaman Papua. Pria berusia 78 tahun ini telah mengabdikan hidupnya selama hampir lima dekade untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak Papua, tinggal dan melayani di Kabupaten Jayapura, Papua.

Pengabdian Dr. Wally bermula dari pengalamannya di Mission Aviation Fellowship (MAF), yang mendorongnya untuk mendirikan sekolah setelah menyadari minimnya tenaga lokal di bidang aviasi. Pada tahun 2019, ia memilih menjadi warga negara Indonesia sebagai bentuk komitmennya terhadap pelayanan pendidikan di Papua. Hingga kini, lebih dari 17 sekolah dari jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas telah didirikan sebagai hasil pengabdiannya.

Pesan Inspiratif dari Dr. Wally

Penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa kepada Dr. Wally dilakukan oleh Rektor UPH bersama Presiden UPH, Dr. Stephanie Riady. Dr. Stephanie menekankan bahwa perjalanan hidup Dr. Wally menjadi contoh nyata bahwa manajemen bukan hanya tentang mengelola organisasi, tetapi juga melayani dan memberikan dampak bagi sesama. “Hidup Anda adalah contoh nyata bahwa kepemimpinan yang lahir dari panggilan dan iman mampu membawa perubahan, bahkan di situasi yang sulit,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Wally membagikan kisah hidupnya yang tumbuh dalam keluarga misionaris di Meksiko, yang membentuk arah hidup dan iman keluarganya. Ia menyadari bahwa kesuksesan sejati tidak terletak pada kekayaan atau ketenaran, melainkan pada kehidupan sederhana dan pelayanan kepada orang lain. Dr. Wally mengajak para wisudawan untuk menggunakan pendidikan dan talenta mereka untuk melayani sesama, serta menyerahkan segala yang dimiliki kepada Tuhan.

“Ketika Tuhan bertanya, ‘Apa yang kamu miliki?’ Apa pun itu baik pendidikan, kemampuan, maupun kesempatan, serahkanlah semuanya kepada-Nya dan biarkan Tuhan yang memimpin langkah kita,” ungkapnya.

Wisuda Semester Ganjil UPH Tahun Akademik 2025/2026 mencerminkan keseimbangan antara pencapaian akademik dan pengembangan diri. Selain meraih prestasi akademik, mahasiswa juga dibentuk melalui pengalaman yang mengasah karakter dan kepemimpinan. UPH mempersiapkan lulusan dengan kompetensi akademik dan kesiapan profesional yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Sebagai bentuk apresiasi, UPH memberikan penghargaan kepada lulusan berprestasi, baik dari sisi akademik maupun nonakademik. Penerima penghargaan pada wisuda kali ini antara lain Dr. Donny Setiawan, S.H., M.H. sebagai peraih IPK tertinggi Program Doktor, Alexander Panggabean, M.Kom. dan Gabriel Alvaro, M.Kom. sebagai peraih IPK tertinggi Program Magister, serta lulusan lainnya yang berprestasi.

Pesan untuk Generasi Muda

Pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan, Dr. (H.C.) James T. Riady, memberikan pesan mengenai tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan. Ia mendorong wisudawan untuk merespons perkembangan tersebut dengan bijak dan mengingatkan bahwa teknologi tidak dapat menggantikan hikmat dan karakter manusia. “Saya berharap kalian membawa pulang dua hal ini, yaitu keyakinan yang kokoh dan kemampuan berpikir kritis,” tegasnya.

Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, Kepala LLDikti Wilayah III, menekankan pentingnya riset dan inovasi dari lulusan perguruan tinggi untuk menghadirkan solusi bagi tantangan zaman. Ia menilai pendidikan di UPH tidak hanya berfokus pada transfer ilmu, tetapi juga pada pembentukan karakter yang berlandaskan iman dan integritas. Wisuda menjadi awal bagi para lulusan untuk terus berkarya dan menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat.

“Gunakanlah ilmu yang kalian dapatkan untuk membangun sesama. Dunia di luar sana sedang menunggu kontribusi nyata kalian. Selamat melangkah, selamat berkarya, dan teruslah menjadi terang di mana pun Anda berada,” tutup Dr. Henri.

Artikel Terkait