Pemerhati Pendidikan Itje Chodidjah memberikan tanggapan terkait kericuhan yang terjadi saat pengambilan antrean pengaduan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Depok 2026 di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Jawa Barat, pada Senin (15/6/2026). Ia berpendapat bahwa antrean tersebut mencerminkan adanya masalah dalam administrasi pelaksanaan SPMB di daerah tersebut.
Menurut Itje, "Saya sih melihatnya, ini yang pertama, kekacauan administrasi," ungkapnya. Ia juga menekankan bahwa banyak orang tua yang merasa dirugikan dalam proses SPMB, sehingga mereka merasa perlu untuk mengajukan pengaduan di kantor Disdik. Masalah ini, lanjutnya, dapat disebabkan oleh adanya pihak-pihak tertentu yang lebih diutamakan dalam proses SPMB, sehingga mengakibatkan ketidakpuasan di kalangan orang tua siswa.
Masalah Administrasi dan Konflik Kepentingan
Itje menyoroti bahwa persoalan administrasi yang berhubungan dengan konflik kepentingan di SPMB menjadi salah satu penyebab utama ketidakpuasan tersebut. "Hal-hal semacam ini mestinya sudah bisa dihindari jika tidak ada kepentingan-kepentingan personal dari orang-orang tertentu yang ingin mendapatkan layanan lebih cepat, layanan lebih baik," ujarnya. Ia juga menyayangkan bahwa pada tahun 2026, masalah administrasi yang berkaitan dengan konflik kepentingan masih terjadi dalam SPMB.
Ia mengingatkan pentingnya peningkatan literasi di kalangan pejabat terkait mengenai administrasi dan ketimpangan dalam SPMB 2026 agar kejadian serupa tidak terulang. "Ini kan literasi sekolah, literasi pejabat, literasi masyarakat yang memang masih perlu ditingkatkan karena menguruskan administrasi yang begini saja masih terdapat ketimpangan-ketimpangan," tambahnya.
Penjelasan dari Dinas Pendidikan
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Depok, Wahid Suryono, memberikan penjelasan mengenai banyaknya orang tua siswa yang datang ke posko pengaduan SPMB di kantor Disdik pada hari yang sama. Ia menyatakan bahwa banyak orang tua mengalami kendala saat proses pendaftaran, dengan masalah yang paling umum adalah kesalahan titik koordinat rumah dan perubahan data Kartu Keluarga (KK).
“Salah titik koordinat dan perubahan kartu keluarga (KK),” jelas Wahid saat dihubungi. Meski demikian, ia menegaskan bahwa sistem pendaftaran SPMB tidak mengalami gangguan. Menurutnya, aplikasi pendaftaran berjalan normal sejak dibuka. “Aplikasi tidak ada kendala. Memang animo masyarakat tinggi sekali karena hari ini adalah hari pertama pembukaan jalur domisili dan RSSG,” tuturnya.