Hiburan

Kekhawatiran Serangan Udara Menghantui Rombongan Umrah Raffi Ahmad di Arab Saudi

Rombongan umrah Raffi Ahmad terpaksa membatalkan perjalanan ke Taif setelah menerima peringatan serangan udara di Arab Saudi. Situasi yang mencekam ini memaksa jamaah untuk segera berlindung demi kese...

A
Ananta Prana
26 October 2026 4 pembaca
suara.com Sumber: suara.com
Artis haji lebih dari sekali, Raffi Ahmad. (Instagram/raffinagita1717)
Artis haji lebih dari sekali, Raffi Ahmad. (Instagram/raffinagita1717)

Rombongan umrah yang dipimpin oleh Raffi Ahmad dan Irfan Hakim mengalami kepanikan saat mereka menerima sinyal darurat mengenai ancaman serangan udara di Arab Saudi. Kejadian ini berlangsung ketika mereka sedang dalam perjalanan menuju Kota Taif.

Peringatan yang tiba-tiba muncul di ponsel para jamaah membuat suasana menjadi tegang, sehingga mereka memutuskan untuk memutar balik kendaraan. Informasi mengenai situasi ini pertama kali dibagikan oleh selebgram Meisita Lomania melalui akun media sosialnya.

Peringatan Bahaya yang Mencekam

Meisita menyampaikan, "Di perjalanan ibadah kali ini, kami berusaha semakin berserah diri kepada Allah. Saat di bus bersama @irfanhakim75 @raffinagita1717 rombongan FYP, tiba-tiba muncul peringatan ancaman serangan udara." Para jamaah terlihat berkumpul di dalam bus, memeriksa ponsel mereka yang menampilkan pesan darurat dari otoritas setempat.

Notifikasi tersebut meminta semua orang di daerah yang terkena dampak untuk segera berlindung dan menjauhi area terbuka. Pesan tersebut berbunyi, "Wilayah ini berada dalam ancaman serangan udara dari pihak musuh. Harap tetap tenang, berlindung di dalam ruangan atau tempat yang aman dan jauh dari jendela serta pintu, dan ikuti instruksi dari Pertahanan Sipil."

Keputusan untuk Kembali demi Keselamatan

Kepanikan melanda bus, dan para anggota rombongan segera menghubungi keluarga mereka di Indonesia. Dalam situasi tersebut, mereka memutuskan untuk menghentikan perjalanan demi keselamatan semua jamaah. "Kami hanya bisa terus berikhtiar, berdoa, dan berserah diri kepada Allah. Ya Allah, jaga setiap langkah umatmu, tenangkan hati kami, dan lindungi semua umatmu. Semoga tidak terjadi serangan dan tak ada siapa pun yang terluka," ungkap Meisita.

Akhirnya, perjalanan menuju Taif dibatalkan setelah diketahui bahwa kawasan tersebut termasuk dalam zona merah yang berpotensi mengalami serangan udara. Rombongan memilih untuk kembali ke lokasi yang lebih aman guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Meisita juga menambahkan, "Limpahkan rahmat dan keberkahan-Mu, izinkan kami semua kembali kepada keluarga dengan selamat. Teman-teman, saling mendoakan ya. Aamiin." Sebelumnya, Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi telah mengeluarkan sinyal siaga bahaya untuk empat daerah di kawasan barat, termasuk Makkah, meskipun status siaga tersebut kemudian dibatalkan tanpa penjelasan lebih lanjut.

Sinyal bahaya tersebut mencakup area strategis seperti Kota Pesisir Jeddah, wilayah pegunungan Taif, dan pusat industri minyak Yanbu. Pemerintah setempat juga memperketat pengawasan keamanan di lokasi-lokasi vital. Selain itu, pemerintah Arab Saudi menegaskan larangan bagi publik untuk merekam atau menyebarluaskan informasi mengenai operasi pertahanan udara terhadap drone dan rudal, dengan ancaman sanksi hukum bagi pelanggar.

Artikel Terkait