Seorang wanita berinisial I, berusia 39 tahun, yang mengalami obesitas ekstrem dengan berat hampir 300 kg, dilaporkan meninggal dunia di RSUD Soehadi Prijonegoro, Sragen, pada Selasa (4/8/2026). Sebelum meninggal, pasien tersebut sempat dievakuasi secara dramatis oleh sejumlah petugas PMI karena mengalami sesak napas yang parah pada Senin (3/8).
Rizky Nugroho Jati, staf Pelayanan dan Penanggulangan Bencana (PB) PMI Sragen, mengonfirmasi berita duka tersebut. Pasien dinyatakan meninggal pada Selasa siang setelah mendapatkan perawatan intensif. "Tadi dapat info pukul 12.58 WIB (meninggal dunia). Kemarin sore mulai dirawat, siang ini dapat kabar sudah meninggal," ungkap Rizky.
Kondisi Kesehatan yang Menurun
Rizky menjelaskan bahwa sebelum meninggal, kondisi kesehatan wanita tersebut terus menurun secara signifikan, terutama terkait dengan tingkat saturasi oksigen dalam tubuhnya. "Saturasinya turun sekali. Tanpa oksigen itu rendah di angka 60-an. Kalau pakai bantuan tabung baru bisa naik ke 70-73," jelasnya.
Ini bukan kali pertama pasien mengalami sesak napas. I diketahui sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit sebelum kondisinya kembali memburuk. Dalam enam bulan terakhir, berat badannya yang semula diperkirakan 250 kg dilaporkan melonjak mendekati 300 kg.
Risiko Obesitas Terhadap Kesehatan Paru-paru
Obesitas sering kali menyebabkan keluhan pada paru-paru, termasuk sesak napas saat beraktivitas, yang dikenal sebagai dispnea eksertional. Hal ini dapat disebabkan oleh terganggunya mekanika pernapasan dan laju metabolisme, serta berisiko menurunkan kadar oksigen dalam darah (hipoksia) melalui beberapa faktor utama, seperti keterbatasan paru-paru dalam mengeluarkan karbon dioksida secara optimal (sindrom hipoventilasi obesitas), adanya komorbiditas seperti gagal jantung, dan penurunan volume paru-paru akibat penumpukan lemak.
Menurut informasi dari The Lung Specialist, pemeriksaan fungsi paru-paru dan pengukuran kadar oksigen sangat penting mengingat dampaknya yang bervariasi pada setiap individu. Selain terapi oksigen jika diperlukan, penurunan berat badan secara konsisten merupakan langkah paling efektif untuk memulihkan kesehatan paru-paru dan tubuh secara keseluruhan.