Pendidikan

Kemendikti Bekerja Sama dengan Harvard Medical School untuk Peningkatan Kesehatan

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menjalin kemitraan dengan Harvard Medical School guna memperkuat pendidikan kedokteran dan layanan kesehatan di Indonesia. Kerja sama ini diharapkan...

V
Vina Maharani
11 May 2026 10 pembaca
kompas.com Sumber: kompas.com
Kemendikti Bekerja Sama dengan Harvard Medical School untuk Peningkatan Kesehatan
Sumber gambar: kompas.com

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti saintek) telah melakukan kerja sama dengan Harvard Medical School untuk memperkuat pendidikan kedokteran, penelitian kesehatan, serta pengembangan layanan kesehatan primer yang berbasis komunitas. Pertemuan antara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, dengan delegasi dari Harvard Medical School berlangsung di Kantor Kemendikti saintek pada hari Kamis, 7 Mei 2026.

Brian Yuliarto memberikan apresiasi terhadap komitmen Harvard Medical School dalam menjalin kemitraan dengan institusi di Indonesia. Ia menyatakan, “Kami sangat senang menerima delegasi Harvard Medical School hari ini dan berharap kolaborasi ini dapat berkembang melalui berbagai program bersama, mulai dari pertukaran akademik, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga riset bersama yang berdampak bagi masyarakat.”

Potensi Riset Kesehatan di Indonesia

Brian menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan riset kesehatan, terutama yang berkaitan dengan penyakit tropis dan penguatan layanan kesehatan primer. Kolaborasi antara perguruan tinggi lokal dan institusi global seperti Harvard Medical School diharapkan dapat membuka peluang untuk inovasi dan peningkatan kualitas pendidikan kedokteran di tanah air.

David Golan, Dean for Research Initiatives and Global Programs di Harvard Medical School, menyampaikan komitmennya untuk memperkuat kerja sama di bidang kesehatan berbasis komunitas. Ia menjelaskan bahwa model kolaborasi ini bertujuan untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, sehingga tidak hanya terpusat di kota besar atau rumah sakit besar. Dean juga menyatakan keterbukaan untuk mendukung program pertukaran mahasiswa, akademisi, dan peneliti dari Indonesia melalui berbagai program pelatihan, pendidikan, dan riset kolaboratif.

Pentingnya Penguatan Layanan Kesehatan Primer

Dalam pertemuan ini, kedua pihak juga membahas penguatan kapasitas peneliti, pengembangan publikasi ilmiah bersama, workshop akademik, serta pengembangan model layanan kesehatan primer yang lebih dekat dengan masyarakat. Khairul Munadi, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikti saintek, menambahkan bahwa penguatan layanan kesehatan primer dan pengembangan sistem kesehatan akademik merupakan bagian penting dari transformasi pendidikan kedokteran di Indonesia. Ini termasuk peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di layanan primer.

Pertemuan ini juga menyoroti pentingnya riset berbasis data dan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia di sektor kesehatan di Indonesia, yang mencakup penguatan pendidikan dokter dan tenaga kesehatan primer yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Junaidi Khotib, Sekretaris Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemendikti saintek, menegaskan pentingnya penguatan kapasitas peneliti dan pengembangan riset bersama melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri, termasuk melalui program pertukaran staf akademik.

Artikel Terkait