Kementerian Agama (Kemenag) telah meluncurkan skema beasiswa baru yang bertujuan untuk memperluas akses pendidikan bagi alumni pendidikan keagamaan. Program ini memungkinkan para lulusan untuk melanjutkan studi dari jenjang magister hingga doktor secara berkesinambungan dalam satu jalur pendidikan. Skema ini termasuk dalam Program Magister Lanjut Doktor (PMLD) yang merupakan bagian dari Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kemenag 2026, dan menjadi program perdana yang diluncurkan tahun ini.
Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag, Ruchman Basori, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mempercepat pengembangan akademisi unggul dari kalangan pendidikan keagamaan. “Melalui program ini, peserta cukup mengikuti satu kali seleksi untuk memperoleh akses studi magister yang terintegrasi langsung dengan program doktor,” ungkap Ruchman.
Kesempatan bagi Lulusan Muda
Ruchman menambahkan bahwa skema PMLD memberikan peluang bagi lulusan baru pendidikan keagamaan yang berusia maksimal 25 tahun untuk melanjutkan studi tanpa adanya jeda akademik. Peserta yang berhasil lolos seleksi akan menjalani pendidikan selama total 4,5 tahun, yang terdiri dari 18 bulan untuk program magister dan 36 bulan untuk program doktor. “Jadi peserta tidak perlu mendaftar ulang untuk jenjang berikutnya. Setelah diterima di program ini, jalur studi sudah tersambung hingga doktor di kampus tujuan yang dipilih,” jelasnya.
Ia juga menilai bahwa model akselerasi ini dapat mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang keagamaan, khususnya dalam melahirkan calon akademisi, peneliti, dan pemimpin intelektual dalam studi Islam.
Persyaratan dan Pendaftaran
Ketua Tim Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan Puspenma, Siti Maria Ulfa, menyatakan bahwa program ini ditujukan untuk alumni pendidikan keagamaan yang berada di bawah binaan Kemenag. Kategori pendaftar mencakup lulusan sarjana dari perguruan tinggi keagamaan, alumni Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB), serta lulusan program studi agama di perguruan tinggi umum, alumni Ma'had Aly, dan lulusan pendidikan menengah yang dibina oleh Kemenag seperti pondok pesantren dan madrasah aliyah.
Pendaftaran untuk program ini dibuka hingga 31 Mei 2026. Para pendaftar dapat memilih salah satu dari tiga kampus mitra, yaitu Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dengan program Pengkajian Islam, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan program Studi Islam, atau Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang dengan program Studi Islam.
Untuk memenuhi persyaratan administrasi, calon peserta wajib melampirkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris dan/atau Arab yang masih berlaku sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Informasi lebih lanjut mengenai skema PMLD dan persyaratan pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 dapat diakses melalui portal resmi Kementerian Agama.