Pendidikan

Kesempatan Kuliah di Luar Negeri untuk Anak Pengemudi Ojol: Kisah Amel dari SMAN MH Thamrin

Amelia Febriani Rachman, seorang siswa dari keluarga kurang mampu, berhasil mendapatkan beasiswa untuk kuliah di luar negeri meskipun ayahnya seorang pengemudi ojek online. Ia akan melanjutkan studi d...

A
Ananta Prana
23 June 2026 3 pembaca
kompas.com Sumber: kompas.com
Kesempatan Kuliah di Luar Negeri untuk Anak Pengemudi Ojol: Kisah Amel dari SMAN MH Thamrin
Sumber gambar: kompas.com

Kuliah di luar negeri kini menjadi kenyataan bagi banyak orang, termasuk mereka yang berasal dari latar belakang ekonomi yang terbatas. Amelia Febriani Rachman, yang merupakan anak seorang pengemudi ojek online, berhasil mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan S1 di luar negeri melalui Beasiswa Garuda Sarjana yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Amel, sapaan akrabnya, adalah alumni dari SMA Negeri Unggulan Mohammad Husni Thamrin angkatan 15. Ia mengungkapkan, “Saya merupakan alumni SMA Negeri Unggulan Mohammad Husni Thamrin angkatan 15, yang merupakan penerima Beasiswa Garuda dan akan melanjutkan studi saya di Jurusan Ilmu Lingkungan, Universitas Wageningen dan Penelitian,” saat ditemui di sekolahnya di Jakarta Timur pada Selasa (23/6/2026).

Minat Terhadap Lingkungan Sejak Dini

Sejak kecil, Amel memiliki ketertarikan yang besar terhadap isu-isu lingkungan, terutama karena ia tumbuh di Jakarta Timur yang menghadapi berbagai masalah lingkungan seperti polusi dan pengelolaan sampah. Di SMA, ia memilih untuk bergabung dengan kelas olimpiade kebumian yang membahas masalah-masalah lingkungan secara menyeluruh. “Selain itu, di kelas juga saya pernah membuat sebuah proyek bersama dengan teman-teman saya yang bernama Pandora, di mana kami memanfaatkan teknologi Arduino untuk menciptakan tempat sampah yang otomatis memisahkan antara sampah metal dan juga non-logam,” jelasnya.

Amel berharap proyek tersebut dapat lebih diinnovasi dan diimplementasikan dalam skala yang lebih besar di masa depan.

Aktif di Organisasi dan Dukungan Keluarga

Selain fokus pada akademik, Amel juga aktif dalam berbagai kegiatan organisasi di dalam dan luar sekolah. Ia menyadari bahwa menyelesaikan masalah lingkungan memerlukan kolaborasi dari berbagai bidang, baik teknologi, ekonomi, maupun kebijakan. “Tapi itu merupakan suatu hal yang tergabung dan kita membutuhkan dukungan dari setiap bidang untuk bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi Indonesia saat ini,” ungkapnya.

Keinginannya untuk melanjutkan pendidikan di Wageningen University and Research, yang dikenal sebagai salah satu universitas terbaik di bidang lingkungan, didukung oleh Beasiswa Garuda. Meskipun demikian, niat Amel untuk kuliah di luar negeri sempat menimbulkan kekhawatiran di hati orangtuanya, yang juga penyandang disabilitas tunarungu. Awalnya, orangtuanya berharap ia hanya kuliah di perguruan tinggi negeri yang dekat dengan rumah. “Sebenernya awalnya juga nggak terlalu setuju gitu, cuman setiap saya apply universitas pasti saya jelasin gitu ke orangtua saya kenapa saya maunya di sini,” jelas Amel.

Setelah pengumuman Beasiswa Garuda, orangtuanya akhirnya memahami dan mendukung keputusan Amel. “Jadi pas pengumuman Beasiswa Garuda juga orangtua saya udah ngerti akhirnya, jadi ikut seneng juga gitu udah percayalah,” tambahnya.

Meskipun ada kekhawatiran karena harus meninggalkan orangtuanya, Amel tetap bertekad untuk berangkat ke luar negeri. Adiknya yang masih sekolah akan menjaga orangtuanya selama ia menempuh pendidikan. “Jadi insyaAllah selama kuliah nanti, kan bisa menyederhanakan tiga tahun kuliahnya, jadi selama adek sekolah, adek masih bisa nemenin,” kata Amel.

Amel berharap dapat menyelesaikan studinya di Wageningen University and Research tepat waktu dengan hasil yang memuaskan. “Dan saya ingin aktif dalam proyek serta kegiatan yang dilaksanakan di sana karena saya percaya bahwa universitas tersebut telah menyediakan banyak kesempatan yang bisa saya raih dan sesuai dengan minat dan tujuan yang saya inginkan,” tuturnya. “Selain itu, saya juga ingin menjadi bagian dari orang-orang yang bisa melakukan perubahan untuk Indonesia, baik secara kebijakan maupun teknologi di masa depan,” tutupnya.

Artikel Terkait