Hiburan

Keterkaitan Frekuensi Ereksi Pagi Pria dengan Risiko Kesehatan

Frekuensi ereksi pagi hari pada pria tidak hanya berhubungan dengan kesehatan reproduksi, tetapi juga dapat menjadi indikator kesehatan secara keseluruhan, termasuk risiko kematian.

J
Jarot Kusna
30 June 2026 26 pembaca
inews.id Sumber: inews.id
Advertisement
Advertisement

JAKARTA, iNews.id - Ereksi yang terjadi di pagi hari pada pria ternyata memiliki makna lebih dari sekadar kesehatan reproduksi. Menurut dr Adam Prabata, seorang dokter dan edukator kesehatan, frekuensi ereksi pada waktu tersebut juga dapat menjadi indikator kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk risiko kematian.

Melalui unggahan di akun media sosial X, dr Adam mengingatkan bahwa pria yang mulai jarang mengalami ereksi saat bangun tidur perlu lebih berhati-hati. Hal ini disebabkan oleh penelitian ilmiah yang menunjukkan adanya hubungan antara kondisi tersebut dengan peningkatan risiko kematian. "Perhatian!! Jarang ereksi di pagi hari berhubungan dengan peningkatan risiko kematian pada laki-laki," tulis dr Adam.

Penelitian Mengenai Ereksi Pagi

Dr Adam menjelaskan bahwa sebuah studi menemukan bahwa pria yang jarang mengalami ereksi di pagi hari memiliki risiko kematian yang 28 persen lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang masih rutin mengalami ereksi saat bangun tidur. "Penelitian ini menunjukkan bahwa ternyata laki-laki yang jarang ereksi di pagi hari memiliki risiko kematian 28 persen lebih tinggi dibandingkan dengan yang masih rutin ereksi," ungkapnya.

Pentingnya Kesadaran Kesehatan

Informasi ini menjadi penting bagi pria untuk lebih memperhatikan kesehatan mereka. Dengan memahami bahwa frekuensi ereksi pagi dapat menjadi indikator kesehatan, diharapkan pria dapat lebih waspada dan melakukan langkah-langkah pencegahan yang diperlukan untuk menjaga kesehatan mereka secara menyeluruh.

Artikel Terkait