Bank Mandiri mempertahankan kinerja yang solid hingga akhir Agustus 2026, didorong oleh pertumbuhan intermediasi yang sehat serta peningkatan aktivitas nasabah dalam ekosistem digital perusahaan. Hingga akhir Agustus 2026, total penyaluran kredit Bank Mandiri mencapai Rp1.592 triliun, mencatatkan pertumbuhan sebesar 17,6% dibandingkan tahun sebelumnya (YoY). Pertumbuhan ini tetap dilakukan dengan prinsip kehati-hatian, mempertimbangkan prospek sektor dan profil risiko, sehingga kualitas aset tetap terjaga dengan baik. Hal ini terlihat dari rasio non-performing loan (NPL) yang berada di angka 1,00%, dengan rasio cakupan NPL mencapai 240,6%.
Sebagai agen pembangunan, Bank Mandiri terus mengarahkan pembiayaan kepada sektor-sektor produktif yang memiliki potensi pertumbuhan dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian. Penyaluran kredit ini diharapkan dapat mendukung pengembangan usaha, memperkuat ekonomi kerakyatan, serta menciptakan lapangan kerja.
Pendanaan yang Kuat dan Aktivitas Digital yang Meningkat
Pertumbuhan kredit didorong oleh peningkatan dana pihak ketiga (DPK) yang naik 17,6% YoY menjadi Rp1.687 triliun. Struktur pendanaan tetap kokoh dengan tabungan mencapai Rp563 triliun dan giro sebesar Rp623 triliun. Capaian ini mencerminkan semakin luasnya peran Bank Mandiri dalam memenuhi kebutuhan transaksi nasabah, baik dari segmen ritel maupun pelaku usaha.
Kinerja yang baik ini juga didukung oleh meningkatnya aktivitas transaksi dalam ekosistem digital Bank Mandiri. Aplikasi Livin’ by Mandiri telah digunakan oleh sekitar 42,2 juta pengguna, dengan total frekuensi transaksi mencapai 3,32 miliar. Di sisi lain, Kopra by Mandiri telah melayani 385,3 ribu pengguna terdaftar, dengan frekuensi transaksi mencapai 1,05 miliar, sejalan dengan pemanfaatan oleh pelaku usaha untuk mendukung kegiatan bisnis mereka.
Pendapatan Berbasis Komisi yang Meningkat
Peningkatan aktivitas transaksi juga berkontribusi pada pertumbuhan pendapatan berbasis komisi Bank Mandiri. Hingga akhir Agustus 2026, pendapatan berbasis komisi (fee-based income) tumbuh 12,9% YoY. Pertumbuhan ini didorong oleh pendapatan berulang dari Livin’ dan Kopra, seiring dengan meningkatnya frekuensi serta ragam transaksi nasabah di kedua platform tersebut.
Dari segi kinerja keuangan, Bank Mandiri berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp37,5 triliun hingga Agustus 2026, mengalami pertumbuhan sebesar 22,3% YoY. Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menyatakan bahwa pencapaian ini menjadi dasar bagi perusahaan untuk terus menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
“Ke depan, kami akan menjaga kualitas intermediasi sekaligus memperkuat kapabilitas digital Bank Mandiri. Langkah ini kami jalankan agar dapat terus memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional dan menghadirkan layanan perbankan yang nyaman bagi nasabah,” jelas Novita.
Novita juga menambahkan bahwa Bank Mandiri terus mengembangkan Livin’ by Mandiri dan Kopra by Mandiri sebagai akses utama bagi nasabah untuk mendapatkan produk dan layanan perbankan. Dengan pendekatan ini, interaksi nasabah tidak hanya terbatas pada transaksi, tetapi berkembang sesuai dengan kebutuhan finansial dan aktivitas usaha mereka.
Di segmen ritel, Livin’ by Mandiri menghubungkan transaksi sehari-hari dengan berbagai layanan pengelolaan keuangan dalam satu aplikasi. Selain melakukan transfer, pembayaran, dan transaksi QRIS, nasabah juga dapat membuka deposito dan tabungan rencana, mengakses investasi, serta memenuhi kebutuhan gaya hidup. Cakupan layanan Livin’ terus diperluas dengan fitur-fitur baru, seperti Livin’ Call yang memungkinkan nasabah terhubung langsung dengan petugas layanan Bank Mandiri tanpa biaya pulsa, dan Livin’ Next-G yang menawarkan solusi tabungan dan transaksi digital bagi generasi muda yang terhubung dengan orang tua.
“Kami akan terus memperkaya Livin’ by Mandiri dengan layanan yang semakin lengkap dan personal, mulai dari transaksi sehari-hari hingga kebutuhan gaya hidup dan investasi. Dengan demikian, Livin’ dapat terus menjadi bagian dari keseharian nasabah sekaligus mendampingi berbagai kebutuhan finansial mereka,” tambah Novita.
Di segmen bisnis, Kopra by Mandiri membantu pelaku usaha dalam mengelola transaksi dan arus kas, sementara Livin’ Merchant memberikan kemudahan dalam menerima pembayaran. Ekosistem ini juga terhubung dengan berbagai solusi pembiayaan, termasuk Kredit Usaha Mikro (KUM) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), sehingga pelaku UMKM dapat memperoleh dukungan perbankan sesuai dengan perkembangan usahanya.
“Fokus kami ke depan adalah menjaga pertumbuhan yang sehat dengan terus memperluas ekosistem Bank Mandiri. Kami ingin memastikan nasabah dapat memperoleh layanan yang andal, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhannya melalui Livin’, Kopra, serta seluruh jaringan layanan Bank Mandiri,” tutup Novita.