Ekonomi

Kinerja Buruk PT Tempo Inti Media Tbk di Awal 2026, Saham Anjlok Enam Persen

PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) memulai tahun 2026 dengan hasil yang mengecewakan, di mana pendapatan dan laba usaha masih menunjukkan angka negatif. Saham perusahaan ini juga mengalami penurunan signi...

V
Vina Maharani
11 May 2026 7 pembaca
Kinerja Buruk PT Tempo Inti Media Tbk di Awal 2026, Saham Anjlok Enam Persen
Rugi bersih tahun berjalan relatif sama dengan rugi bersih TMPO pada kuartal I 2025. (Foto: dok TMPO)

PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) menghadapi tantangan berat di awal tahun 2026, dengan kinerja yang kurang memuaskan. Pada kuartal pertama tahun ini, TMPO melaporkan total pendapatan sebesar Rp37 miliar, mengalami penurunan dibandingkan dengan Rp38 miliar pada kuartal yang sama tahun lalu, dan jauh lebih rendah dari Rp81 miliar yang dicapai pada kuartal IV 2025.

Tekanan terhadap profitabilitas perusahaan terlihat jelas, dengan laba kotor yang turun menjadi Rp11 miliar dari Rp13 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Beban usaha tetap berada pada angka Rp17 miliar, yang menyebabkan TMPO mencatat rugi usaha sebesar Rp6 miliar. Kerugian ini lebih besar dibandingkan dengan rugi usaha sebesar Rp4 miliar pada kuartal I 2025. Setelah memperhitungkan beban lain-lain dan pajak, TMPO mencatat rugi bersih sebesar Rp5 miliar pada kuartal I 2026, angka yang relatif sama dengan kerugian bersih pada kuartal I 2025.

Rasio Keuangan yang Menunjukkan Tekanan

Dari segi rasio keuangan, tekanan yang dihadapi TMPO juga terlihat jelas. EPS kuartalan tercatat minus 4,37, sementara ROA berada di minus 1,07 persen, ROE minus 1,96 persen, dan return on capital employed minus 1,74 persen. Selain itu, interest coverage juga negatif di level minus 3,49, menunjukkan bahwa profitabilitas perusahaan belum cukup kuat untuk menutupi beban keuangan yang ada.

Valuasi TMPO juga menunjukkan kondisi yang kurang ideal, dengan PER berada di zona negatif, yakni minus 28,38 kali. Sedangkan price to sales kuartalan tercatat di angka 3,56 kali. Dengan jumlah saham yang beredar sekitar 1,06 miliar dan harga terakhir di Rp124, kapitalisasi pasar TMPO berada di kisaran Rp131,44 miliar.

Pergerakan Saham yang Menurun

Di pasar saham, pergerakan harga saham TMPO dalam sepekan terakhir juga tidak memberikan harapan positif. Pada tanggal 4 Mei 2026, saham ini ditutup di Rp132. Meskipun harga sempat naik menjadi Rp133 pada 5 Mei, namun kemudian mengalami penurunan bertahap hingga ditutup di Rp124 pada 11 Mei 2026. Dalam periode 4 hingga 11 Mei 2026, saham TMPO mengalami penurunan sekitar 6,06 persen. Penurunan terbaru terjadi pada 11 Mei ketika harga saham turun 2,36 persen menjadi Rp124 setelah dibuka di Rp127, sempat menyentuh level tertinggi Rp128, dan turun ke level terendah Rp120.

Likuiditas saham TMPO juga cenderung rendah. Selama periode 4 hingga 11 Mei 2026, total nilai transaksi mencapai sekitar Rp2,06 miliar dengan volume 157,19 ribu lot dan frekuensi transaksi sebanyak 1.673 kali. Nilai transaksi tertinggi terjadi pada 5 Mei dengan total Rp644,98 juta, sedangkan pada 11 Mei, nilai transaksi menurun menjadi Rp66,70 juta. Data perdagangan menunjukkan tidak ada arus dana asing, dengan seluruh kolom foreign buy, foreign sell, dan net foreign kosong, yang mengindikasikan bahwa pergerakan saham TMPO lebih banyak ditentukan oleh transaksi domestik dengan likuiditas yang terbatas.

Sentimen utama yang mempengaruhi TMPO saat ini masih berkisar pada kemampuan perusahaan untuk meningkatkan pendapatan dan mengurangi kerugian operasional. Kinerja kuartal I 2026 belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang kuat, sementara pergerakan sahamnya masih lambat dengan tekanan harga dan transaksi yang minim.

Artikel Terkait