Nasional

Kiprah Iwan Kusmawan dalam Perjuangan Buruh Indonesia: Dari Advokasi Hak Pekerja hingga Reformasi Organisasi SPN

Jakarta – Nama Iwan Kusmawan, S.H. telah lama dikenal dalam dunia gerakan serikat pekerja Indonesia. Lebih dari tiga dekade berkiprah sebagai aktivis buruh, ia menjadi salah satu figur yang konsisten....

E
Eira Orelia
23 July 2026 1 pembaca
Kiprah Iwan Kusmawan dalam Perjuangan Buruh Indonesia: Dari Advokasi Hak Pekerja hingga Reformasi Organisasi SPN
Sumber gambar: kabarnetizenterkini.com
Jakarta – Nama Iwan Kusmawan, S.H. telah lama dikenal dalam dunia gerakan serikat pekerja Indonesia. Lebih dari tiga dekade berkiprah sebagai aktivis buruh, ia menjadi salah satu figur yang konsisten memperjuangkan perlindungan hak-hak pekerja, penguatan organisasi serikat, serta peningkatan kualitas hubungan industrial di Indonesia.

Perjalanan panjang tersebut membawanya kembali dipercaya memimpin Serikat Pekerja Nasional (SPN) setelah terpilih sebagai Ketua Umum DPP SPN periode 2024–2029 melalui Kongres VIII SPN di Bandung. Dalam pemilihan yang diikuti ratusan delegasi dari berbagai daerah, Iwan memperoleh suara terbanyak dan kembali mendapat mandat untuk memimpin salah satu federasi serikat pekerja terbesar di Indonesia.

Lebih dari Tiga Dekade Mengabdi untuk Gerakan Buruh

Iwan Kusmawan mulai aktif di lingkungan Serikat Pekerja Nasional sejak 1988. Selama perjalanan organisasinya, ia pernah mengemban berbagai posisi strategis, mulai dari pengurus daerah hingga tingkat nasional, termasuk menangani bidang hubungan internasional dan jaringan organisasi. Pengalaman tersebut membentuk kapasitasnya dalam advokasi ketenagakerjaan, pengembangan organisasi, hingga diplomasi dengan berbagai mitra nasional maupun internasional.

Memperkuat Tata Kelola Organisasi SPN

Salah satu fokus kepemimpinan Iwan adalah memperkuat fondasi organisasi. Pada berbagai forum nasional, ia mendorong penataan organisasi melalui pembaruan regulasi internal, penguatan basis data anggota, peningkatan kaderisasi, serta konsolidasi struktur organisasi dari tingkat pusat hingga daerah. Upaya tersebut diarahkan untuk menjadikan SPN lebih profesional, demokratis, dan adaptif terhadap tantangan ketenagakerjaan yang terus berkembang.

Selain itu, melalui Rakernas SPN, Iwan menegaskan pentingnya ideologi organisasi yang berlandaskan kebebasan berserikat, demokrasi, profesionalisme, dan tanggung jawab sosial sebagai fondasi perjuangan serikat pekerja.

Konsisten Mengawal Kebijakan Ketenagakerjaan

Dalam berbagai isu ketenagakerjaan nasional, Iwan dikenal aktif menyuarakan aspirasi pekerja, khususnya terkait sistem pengupahan, perlindungan tenaga kerja, dan penguatan perundingan kolektif. Ia beberapa kali menyampaikan pandangan organisasi terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai berdampak langsung terhadap kesejahteraan pekerja serta mendorong penyelesaian persoalan hubungan industrial melalui dialog dan mekanisme hukum yang berlaku.

Mendorong Kepemimpinan Perempuan di Serikat Pekerja

Di bawah kepemimpinannya, SPN juga memberikan perhatian besar terhadap isu kesetaraan gender. Organisasi memperluas ruang partisipasi perempuan dalam kepengurusan serta mendorong peningkatan representasi perempuan di berbagai tingkatan organisasi. Rakernas II SPN bahkan menjadikan keadilan gender sebagai salah satu agenda strategis dalam memperkuat gerakan serikat pekerja yang inklusif.

Memperkuat Perlindungan Pekerja

Komitmen terhadap perlindungan pekerja juga diwujudkan melalui kerja sama dengan berbagai lembaga, termasuk dalam pelatihan penanganan kekerasan seksual di tempat kerja. Bersama mitra internasional, SPN mengembangkan program peningkatan kapasitas anggota agar mampu memberikan pendampingan dan menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi seluruh pekerja.

Membangun Media Organisasi yang Profesional

Menyadari pentingnya komunikasi publik, Iwan turut mendorong pembentukan dan penguatan Media Center SPN. Melalui program pelatihan jurnalistik dan komunikasi, organisasi berupaya meningkatkan kemampuan anggotanya dalam menyampaikan informasi ketenagakerjaan secara akurat, profesional, dan berbasis data. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat literasi publik terhadap isu-isu perburuhan sekaligus memperluas jangkauan advokasi organisasi.

Dipercaya Kembali Memimpin SPN

Kepercayaan yang kembali diberikan kepada Iwan Kusmawan pada Kongres VIII SPN dipandang sebagai bentuk apresiasi terhadap pengalaman dan kiprahnya di organisasi. Sejumlah tokoh serikat pekerja menilai kepemimpinannya mampu menjaga konsolidasi internal sekaligus memperkuat posisi SPN dalam memperjuangkan kepentingan pekerja di tingkat nasional. Penilaian tersebut merupakan pandangan dari kalangan organisasi serikat pekerja, bukan evaluasi independen.

Menuju Gerakan Buruh yang Adaptif

Ke depan, tantangan dunia ketenagakerjaan diperkirakan semakin kompleks, mulai dari transformasi industri, digitalisasi, hingga perubahan pola hubungan kerja. Dalam konteks tersebut, kepemimpinan organisasi serikat pekerja dituntut tidak hanya mampu melakukan advokasi, tetapi juga membangun dialog yang konstruktif dengan pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.

Melalui pengalaman panjangnya di gerakan buruh, Iwan Kusmawan diharapkan mampu membawa SPN terus berkembang sebagai organisasi yang profesional, demokratis, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan pekerja Indonesia.



Artikel Terkait