Revano tampak bahagia saat mengikuti prosesi wisuda di sekolahnya. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan menengah dengan berbagai prestasi. Siswa kelas 12 SMK Muhammadiyah Pekalongan, Jawa Tengah, yang merupakan keturunan Tionghoa beragama Katolik ini, memilih untuk bersekolah di institusi Muhammadiyah. Didampingi oleh ibunya, Silvia, Revano dinyatakan sebagai lulusan terbaik kedua di Jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor. Ia juga telah menjalani magang di Jepang melalui program beasiswa dari LPK.
Walaupun sekolah yang dipilihnya berbasis Islam, Revano memiliki alasan kuat untuk memilih SMK Muhammadiyah. Sebelum mendaftar, ia telah memastikan bahwa sekolah tersebut menawarkan program pendidikan otomotif yang berkualitas dan sesuai dengan minatnya di bidang teknik sepeda motor. “Memilih di SMK ini karena yang ada jurusan teknik sepeda motor di Pekalongan kan ada dua, SMK Dwija Praja dan SMK Muhammadiyah. Yang bagus kan SMK Muhammadiyah, saya pilih di sini,” ujarnya.
Pengalaman Belajar yang Positif
Selama menempuh pendidikan, Revano tidak merasakan adanya perlakuan berbeda dan menjalani proses belajar seperti siswa lainnya. “Kesannya baik, teman-teman dan guru semuanya baik-baik,” katanya. Ia menegaskan bahwa selama di sekolah tidak pernah mengalami diskriminasi terkait agama yang dianutnya. “Selama di sekolah tidak ada diskriminasi apapun, paling teman bercanda masih normal,” ucapnya. Meskipun berada di lingkungan Muhammadiyah, Revano tetap mendapatkan hak pendidikan agama sesuai keyakinannya, dengan adanya guru agama Katolik yang mendampingi proses belajar.
Keputusan yang Didukung Ibu
Ibunya, Silvia, awalnya merasa ragu saat memutuskan untuk menyekolahkan Revano di sekolah berbasis Islam. Namun, setelah mendapatkan penjelasan dari pihak sekolah, keyakinannya mulai tumbuh. “Saya percayakan ke SMK Muhammadiyah karena keinginan anak sendiri. Anak saya itu lebih suka praktik, penginnya otomotif jurusannya teknik sepeda motor,” ungkapnya. Menurut Silvia, informasi yang didapat menunjukkan bahwa SMK Muhammadiyah Pekalongan memiliki Jurusan Otomotif terbaik di daerah tersebut.
Silvia juga menyampaikan bahwa kepala sekolah menyambut baik keputusan mereka dan menjelaskan bahwa pelajaran agama akan disesuaikan. “Ya sudah saya tambah mantap menyekolahkan anak saya di SMK Muhammadiyah,” tambahnya. Di momen wisuda, Silvia menyampaikan rasa terima kasih kepada SMK Muhammadiyah Pekalongan. Dengan suara bergetar dan senyum bahagia, ia bersyukur karena putranya diterima dengan baik selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut. “Selama sekolah sampai kelas 3 tidak ada persoalan, tidak ada pembulian maupun rasis. Pelajaran agama juga mendapatkan dengan baik,” jelasnya.
Silvia menambahkan bahwa putranya mengalami banyak perubahan positif sejak bersekolah di SMK Muhammadiyah Pekalongan. “Terus terang di SMK ini dia malah lebih semangat. Waktu SD dan SMP dia kurang, kadang tugas tidak dikerjakan. Di SMK ini dia malah semangat kerjakan tugas, tidak pernah terlambat sekolah,” tuturnya. Kemampuan Revano di bidang otomotif pun berkembang pesat, di mana ia kini mampu memperbaiki sepeda motor sendiri dan sering dimintai bantuan oleh tetangga.
Silvia juga mengajak masyarakat nonmuslim untuk tidak ragu menyekolahkan anak mereka di sekolah Muhammadiyah. “Untuk teman nonmuslim jangan takut memasukkan anaknya ke Muhammadiyah karena akan diterima dengan baik,” katanya.
Pendidikan Terbuka untuk Semua
Kepala SMK Muhammadiyah Pekalongan, Khusnawan, menegaskan bahwa pihak sekolah tidak membedakan siswa berdasarkan latar belakang agama. “Perlakuan kami sama. Ternyata dia bagus, dia ahli dalam sepeda motor, bisa memotivasi teman-temannya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pendidikan Muhammadiyah terbuka bagi siapa saja dan tetap memberikan ruang bagi siswa untuk menjalankan keyakinan masing-masing.
Khusnawan memastikan bahwa sekolah tidak memiliki tujuan untuk memaksa siswa nonmuslim mengikuti ajaran Islam. “Muhammadiyah itu luas. Pendidikan Muhammadiyah untuk semuanya, siapa saja. Pendidikan agama kami pilah, kami carikan guru agamanya, tetap ada fasilitas agama,” katanya.