Hiburan

Kisah Menyedihkan Sahabat Tantri Kotak Terhenti Pengobatan Kanker Akibat Investasi Palsu

Penyanyi Tantri Kotak menceritakan pengalaman tragis sahabatnya yang menjadi korban penipuan investasi, mengakibatkan penghentian pengobatan kanker yang seharusnya dilanjutkan.

E
Eko Prasetyo
29 June 2026 19 pembaca
inews.id Sumber: inews.id
Advertisement
Advertisement

JAKARTA – Penyanyi Tantri Kotak membagikan cerita menyedihkan mengenai sahabatnya yang terjebak dalam dugaan penipuan investasi. Akibatnya, sahabatnya terpaksa menghentikan pengobatan kanker karena dana yang seharusnya digunakan untuk kemoterapi diduga disalahgunakan oleh pelaku.

Tantri mengungkapkan bahwa ia sangat terpukul dengan situasi ini, yang tidak hanya mengakibatkan kerugian finansial, tetapi juga mengancam keselamatan sahabatnya. Korban seharusnya menjalani sesi kemoterapi lanjutan pada 26 Juni, namun terpaksa ditunda karena dana yang dijanjikan tidak kunjung kembali.

Tekanan Berat yang Dihadapi Korban

"Yang paling menyedihkan, temenku ini harus berobat kanker. Tinggal tiga kali kemo lagi, tapi ternyata harus berhenti di sini karena uangnya dibawa kabur. Dia malah makin stres," ungkap Tantri dengan suara bergetar saat berbicara di Cilandak, Jakarta Selatan.

Menurut Tantri, beban yang dirasakan sahabatnya semakin berat karena uang yang diinvestasikan bukan hanya miliknya, melainkan juga berasal dari sejumlah investor lain yang mempercayainya. Hal ini membuat korban merasa memiliki tanggung jawab yang besar.

Kecewa Terhadap Pelaku

Tantri menambahkan, sahabatnya bahkan mengungkapkan, "De, pilihannya antara gue meninggal atau memang gue dipenjara karena gue bertanggung jawab sama investor itu". Pernyataan tersebut membuat Tantri merasa sangat prihatin dan marah terhadap pelaku yang merupakan teman dekatnya.

Karena rasa kecewa yang mendalam, Tantri memilih untuk berbicara secara terbuka di media sosial. Ia berharap dengan cara ini, dapat mencegah munculnya korban-korban baru dari penipuan serupa. "Aku bukan lagi ngomongin masalah nominal yang hilang, tapi lebih benar-benar kecewa kok tega menyalahartikan sebuah kepercayaan pertemanan untuk hal sekeji ini. Ini yang bikin aku merasa harus jalur kenceng (hukum)," tutup Tantri.

Artikel Terkait