Kesehatan

Kisah Tragis Wanita 28 Tahun Alami Kerusakan Organ Saat Berlibur

Seorang wanita berusia 28 tahun dari India mengalami kerusakan organ serius saat berlibur di Thailand bersama suaminya. Awalnya merasa lelah, kondisi kesehatan wanita ini memburuk hingga memerlukan pe...

D
Dinda Mughni
19 May 2026 10 pembaca
Kisah Tragis Wanita 28 Tahun Alami Kerusakan Organ Saat Berlibur
Foto ilustrasi: Getty Images/Pornpak Khunatorn

Jakarta - Seorang wanita berusia 28 tahun asal India yang berlibur di Thailand bersama suaminya mengalami kondisi kesehatan yang sangat serius. Pasangan ini berencana untuk menikmati waktu santai dan menghilangkan stres dari rutinitas sehari-hari tanpa banyak rencana khusus. Namun, situasi tak terduga mulai muncul saat mereka berada di pantai.

Suatu sore, wanita tersebut mendadak merasa sangat lelah dan segera diikuti dengan mual serta demam ringan. Awalnya, ia mengira gejala tersebut disebabkan oleh kelelahan biasa dan memutuskan untuk kembali ke hotel guna beristirahat. Namun, keesokan harinya, kondisinya semakin memburuk dengan tekanan darah yang sangat rendah, kesulitan bergerak, dan masalah pernapasan.

Dibawa ke Rumah Sakit

Melihat kondisi yang semakin parah, suaminya menyadari bahwa ini bukan sekadar kelelahan. Ia segera membawanya kembali ke India dan langsung menuju UGD Rumah Sakit Manipal di Old Airport Road, Bangalore. Setelah pemeriksaan menyeluruh, dokter mendiagnosis wanita tersebut dengan hepatitis A, yang menyebabkan fungsi hati menurun dan memicu komplikasi serius pada organ lainnya.

Karena kondisinya yang kritis, wanita itu dipindahkan ke ruang Intensive Care Unit (ICU) dan harus menggunakan ventilator. "Meskipun kami telah berupaya menstabilkan kondisinya, tekanan darahnya tetap tidak terkontrol dengan baik, sehingga kami terpaksa menggunakan obat-obatan kuat, termasuk inotropik, untuk membantu menjaga sirkulasi dan mendukung fungsi organ vital," jelas Konsultan Nefrologi dan Transplantasi Rumah Sakit Manipal, Dr Mohammed Fahad Khan.

Perjuangan Tim Medis

Selama perawatan, ginjalnya mulai gagal berfungsi, yang menyebabkan cedera ginjal akut stadium 3, dan ia harus menjalani terapi penggantian ginjal berkelanjutan (CRRT), bentuk dialisis khusus untuk pasien kritis. Selain itu, wanita tersebut juga mengalami anemia berat dan memerlukan transfusi darah.

Pasien tersebut akhirnya mengalami gagal organ total, di mana hati dan ginjalnya tidak berfungsi, tekanan darahnya tidak stabil meskipun telah diberikan obat kuat, dan ia membutuhkan mesin bantu napas serta dialisis untuk menyaring darah. Menyikapi situasi ini, Dr Fahad membentuk tim multidisiplin yang terdiri dari berbagai spesialis untuk menangani pasien tersebut secara intensif.

Setelah beberapa waktu, kondisi pasien mulai menunjukkan perbaikan. Tekanan darahnya menjadi stabil, penggunaan obat inotropik dapat dikurangi, dan kemampuan bernapasnya membaik sehingga ventilator dapat dilepas. Fungsi ginjal dan hati juga mulai pulih secara bertahap. Sang suami yang menunggu dengan penuh harapan akhirnya mendapatkan kabar baik bahwa istrinya selamat.

Saat ini, wanita tersebut telah kembali bekerja dan menjalani kehidupan normal. Kisahnya menjadi pengingat bahwa kondisi yang tampak sepele seperti kelelahan saat berlibur dapat berkembang menjadi masalah kesehatan serius jika diabaikan.

Artikel Terkait