Pendidikan

Kontribusi Universitas Esa Unggul dalam Buku Masa Depan Pekerjaan Sosial Digital di Asia-Afrika

Buku berjudul "Digital Social Work Across Africa and Asia: A Decolonial Framework for the Future of the Global South" baru saja diluncurkan, dengan fokus pada pengembangan teori pekerjaan sosial digit...

E
Eira Orelia
03 July 2026 19 pembaca
kompas.com Sumber: kompas.com
Kontribusi Universitas Esa Unggul dalam Buku Masa Depan Pekerjaan Sosial Digital di Asia-Afrika
Sumber gambar: kompas.com

Buku yang berjudul "Digital Social Work Across Africa and Asia: A Decolonial Framework for the Future of the Global South" telah diterbitkan oleh UI Publishing, melibatkan tiga akademisi sebagai penulis. Buku ini bertujuan untuk membangun teori mengenai pekerjaan sosial digital dengan menjadikan Afrika dan Asia sebagai pusat pemikiran, bukan sekadar objek dari teori yang sering kali didominasi oleh perspektif Eropa dan Amerika Utara.

Dalam buku ini, terdapat analisis kebijakan lintas negara, kajian dekolonial, serta penelitian lapangan yang melibatkan 234 pekerja sosial di berbagai negara di Afrika dan Asia. Para penulis berusaha untuk memperkenalkan pandangan baru bahwa transformasi digital tidak hanya sekadar modernisasi teknologi, tetapi juga berkaitan dengan keadilan sosial, etika, dan martabat manusia.

Keterlibatan Prof. Adi Fahrudin

Salah satu penulis buku ini adalah Prof. Dr. Adi Fahrudin, yang merupakan Guru Besar Pekerjaan Sosial pertama di Indonesia dari Universitas Esa Unggul. Ia menekankan bahwa transformasi digital dalam pelayanan sosial adalah suatu keharusan yang sedang berlangsung di seluruh dunia. Namun, ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan digitalisasi tidak hanya diukur dari kecepatan layanan atau kecanggihan teknologi yang digunakan.

"Yang jauh lebih penting adalah apakah teknologi tersebut mampu memperluas keadilan sosial, melindungi kelompok rentan, dan menjaga martabat manusia. Melalui buku ini kami ingin menunjukkan bahwa Afrika dan Asia memiliki pengalaman, nilai, dan pengetahuan yang layak menjadi rujukan dalam membangun masa depan Digital Social Work secara global," ungkap Prof. Adi.

Pandangan Penulis Utama dan Lainnya

Dr. Siddhartha Paul Tiwari, penulis utama dan ketua tim penulis, menyoroti bahwa literatur mengenai pekerjaan sosial digital selama ini didominasi oleh perspektif negara-negara berpendapatan tinggi. "Padahal sebagian besar masyarakat dunia hidup di negara-negara Global South yang menghadapi tantangan sangat berbeda, mulai dari kesenjangan digital, penggunaan perangkat secara bersama, hingga keterbatasan infrastruktur," jelas Dr. Siddhartha.

Ia menambahkan bahwa buku ini bertujuan untuk mengubah cara pandang tersebut dengan menghadirkan teori dan konsep yang muncul dari realitas di Afrika dan Asia, sehingga masyarakat di Global South tidak hanya menjadi objek penelitian, tetapi juga sebagai produsen pengetahuan.

Dr. Fentiny Nugroho juga menekankan pentingnya tanggung jawab etis dalam kemajuan teknologi. "Di era kecerdasan buatan, perlindungan data pribadi, privasi, transparansi algoritma, dan hak masyarakat atas pelayanan sosial yang adil menjadi isu yang tidak dapat diabaikan. Kami berharap buku ini dapat menjadi referensi bagi akademisi, praktisi, maupun pembuat kebijakan dalam merancang transformasi digital yang lebih inklusif dan berorientasi pada manusia," tuturnya.

Buku ini ditujukan untuk akademisi, pemerintah, dan praktisi, serta organisasi internasional dan lembaga kemanusiaan yang ingin membangun sistem digital yang inklusif dan berkeadilan. "Buku ini bukan hanya berbicara mengenai teknologi. Buku ini berbicara mengenai masa depan pelayanan sosial, hak-hak warga negara, dan bagaimana kecerdasan buatan serta transformasi digital dapat dikembangkan untuk memperkuat kemanusiaan, bukan menggantikannya," jelas Direktur UI Publishing.

Artikel Terkait