Ekonomi

Kopdes Merah Putih Siap Beli Gabah Petani Rp6.500 per Kg

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) akan berfungsi sebagai pembeli gabah petani jika harga di bawah harga pembelian pemerintah.

V
Vina Maharani
20 July 2026 29 pembaca
Menko Zulhas mengatakan Kopdes Merah Putih akan menjalankan fungsi sebagai offtaker gabah petani apabila harga di tingkat petani jatuh di bawah HPP. (CNN Indonesia/Dela Naufalia).
Menko Zulhas mengatakan Kopdes Merah Putih akan menjalankan fungsi sebagai offtaker gabah petani apabila harga di tingkat petani jatuh di bawah HPP. (CNN Indonesia/Dela Naufalia).

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) akan bertindak sebagai offtaker atau pembeli gabah petani ketika harga di tingkat petani turun di bawah harga pembelian pemerintah (HPP). "Misalnya harga gabah diputuskan pemerintah Rp6.500 (per kg), di situ gabahnya Rp5.000, maka nanti yang akan membeli, mengambil alih, adalah Koperasi Desa Merah Putih sebagai offtaker," ujarnya dalam konferensi pers di Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (20/7).

Menurut Zulhas, fungsi ini menjadi salah satu peran utama Kopdes Merah Putih. Selain sebagai pembeli hasil panen petani, koperasi ini juga akan berfungsi sebagai infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan berbagai bantuan dan barang bersubsidi serta pelaksanaan operasi pasar. "Jangan dibayangkan Kopdes itu supermarket seperti toko serba ada, bukan. Sementara dia adalah infrastruktur pemerintah dan juga sebagai offtaker," tambahnya.

Regulasi dan Penyaluran Bantuan

Zulhas menyatakan bahwa pemerintah sedang menyusun peraturan presiden (perpres) untuk mengatur operasional Kopdes Merah Putih, termasuk mekanisme penyaluran bantuan dan barang bersubsidi melalui koperasi tersebut. "Kami tadi rapat akan merampungkan aturan untuk melengkapi itu, perpres (Perpres Kopdes Merah Putih). Operasionalisasinya bagaimana, bantuan-bantuan itu atau barang-barang subsidi itu bisa disatu-pintukan dengan Kopdes, akan disusun Perpres sehingga itu bisa berjalan dengan baik," ujarnya.

Dalam skema yang sedang disiapkan, Zulhas menjelaskan bahwa berbagai bantuan pemerintah akan disalurkan melalui Kopdes Merah Putih, termasuk bantuan pangan berupa beras untuk masyarakat penerima manfaat. Pemerintah telah memutuskan penyaluran bantuan pangan sebanyak 10 kg beras kepada sekitar 33 juta penerima dari kelompok desil 1 dan desil 2 pada Juli hingga September.

Distribusi dan Operasi Pasar

Nantinya, bantuan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) akan dikirim ke Kopdes Merah Putih sebelum disalurkan kepada masyarakat. "Bantuan pangan kita sudah putuskan 1 juta (ton) untuk Juli, Agustus, September. 10 kg desil 1, desil 2, berjumlah 33 sekian juta (penerima manfaat). Itu nanti bantunya dari Bapanas langsung ke Kopdes. Kopdes yang bagi. Sekaligus nanti bisa diseleksi lagi benar enggak tepat sasaran atau tidak," jelas Zulhas.

Selain bantuan pangan, penyaluran barang bersubsidi, seperti pupuk bagi petani, juga akan dilakukan melalui Kopdes Merah Putih. Zulhas menambahkan bahwa koperasi tersebut juga akan menjadi lokasi pelaksanaan operasi pasar, sehingga pemerintah dapat langsung menyalurkan komoditas ke setiap desa melalui jaringan koperasi, yang akan membuat distribusinya lebih terkontrol. "Kalau nanti ada operasi pasar langsung ke Kopdes. Jadi tiap desa ada barangnya, sehingga tidak akan apa namanya itu sekarang kan dioplos dan sebagainya," ujarnya.

Artikel Terkait