Jakarta, IDN Times - Kabinet Bayangan yang dibentuk oleh Koalisi Masyarakat Sipil mengungkapkan kritik terhadap pelantikan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Kritik ini disampaikan melalui akun Instagram resmi mereka, @kabinetbayangan.id, pada Jumat, 24 Juli 2026. Mereka menyoroti bahwa sudah tiga kali terjadi pergantian kepala BGN tanpa adanya pemimpin yang berasal dari latar belakang ahli gizi atau kesehatan masyarakat.
Menteri Kesehatan Kabinet Bayangan, Irma Hidayana, dalam paparan tersebut, mengangkat isu rekam jejak Sudaryono serta masalah keracunan dan dugaan korupsi yang melibatkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Irma membandingkan rekam jejak Sudaryono yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian, di mana ia lebih fokus pada rantai pasok pangan tanpa keahlian di bidang gizi dan kesehatan publik.
Irma juga mencantumkan beberapa kompetensi yang dianggap penting untuk memimpin BGN, antara lain keahlian di bidang gizi/kesehatan masyarakat, kesehatan publik berbasis bukti, strategi penurunan penyakit tidak menular, serta pemahaman terhadap prinsip etik non-maleficence. Ia berargumen bahwa program prioritas milik Presiden Prabowo Subianto tidak dirancang untuk menyelesaikan masalah gizi dan kesehatan publik. “MBG tidak dibuat untuk menyelesaikan masalah gizi dan kesehatan publik,” kata Irma, dikutip dari unggahan Instagram resmi Kabinet Bayangan.
Irma menegaskan bahwa kasus keracunan yang terjadi dalam program MBG bukanlah insiden terpisah, melainkan sudah menjadi krisis. “Keracunan MBG bukan lagi insiden, tapi krisis,” tulisnya. Ia juga mengutip data pemantauan independen yang menunjukkan bahwa sebanyak 33.626 pelajar mengalami keracunan MBG pada periode awal 2025 hingga April 2026 di 31 provinsi, berdasarkan data dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI).
Dalam unggahan tersebut, terdapat juga data dari BGN yang mencatat 70 kasus dengan 5.914 korban, sementara data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menunjukkan bahwa 38 provinsi terdampak. Irma juga menyoroti insiden keracunan di Kulon Progo yang terjadi pada hari yang sama dengan pelantikan Sudaryono, Rabu, 22 Juli 2026, di mana 249 kilogram ayam mentah diterima di dapur SPPG tanpa label waktu simpan.
Irma menilai bahwa kasus keracunan ini menunjukkan pola masalah yang berulang, meskipun program MBG sempat dihentikan pada 22 Juni hingga 13 Juli 2026 setelah adanya dugaan korupsi yang melibatkan mantan kepala BGN. Ia juga mengaitkan pergantian Kepala BGN dengan kasus dugaan korupsi dalam tata kelola MBG yang sedang ditangani oleh Kejaksaan Agung, di mana terdapat tujuh tersangka, termasuk mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya.
Irma menekankan bahwa berulangnya kasus keracunan MBG menunjukkan bahwa program tersebut belum memenuhi prinsip dasar etika kesehatan, yakni non-maleficence. “Keracunan MBG yang berulang membuktikan program ini dijalankan tanpa prinsip non-maleficence,” tulisnya. Menurutnya, MBG seharusnya menjadi program gizi yang aman dan tidak merugikan penerima manfaat, namun kenyataannya 33.626 pelajar mengalami keracunan dalam 16 bulan terakhir.