Kualitas udara di Singapura pada hari Sabtu (5/6) tercatat dalam kategori tidak sehat di wilayah Barat, Tengah, dan Timur. Menurut National Environment Agency (NEA), indeks Polutan Standar 24 jam (PSI) mencapai 114 di wilayah tengah. Sebagai catatan, indeks PSI dianggap tidak sehat jika berada dalam rentang 101 hingga 200. Kondisi ini mendorong NEA untuk mulai mengeluarkan peringatan mengenai kabut asap harian pada hari Jumat (4/9).
Indeks ini dihitung berdasarkan enam jenis polutan udara, yaitu PM2.5, PM10, ozon, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan karbon monoksida. Sejak hari Jumat, Singapura mengalami dampak dari kabut asap lintas batas yang diindikasikan berasal dari kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera.
Pengaruh Kebakaran Hutan
NEA menyatakan, "Wilayah sekitarnya sebagian besar kering hari ini. Kepulan asap dari kebakaran di bagian selatan dan tengah Sumatra serta berbagai bagian Kalimantan terlihat melayang ke arah Singapura." Dengan kondisi kering yang diperkirakan akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, NEA memperingatkan bahwa Singapura mungkin akan terus terpengaruh oleh kabut asap akibat angin tenggara atau selatan yang dominan, jika kebakaran tetap berlanjut.
Imbauan untuk Warga
Akibat dari kualitas udara yang tidak sehat ini, NEA mengimbau kepada masyarakat Singapura untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Peringatan ini bertujuan untuk melindungi kesehatan publik di tengah kondisi udara yang memburuk akibat kabut asap.