Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memastikan pelayanan kesehatan yang maksimal bagi masyarakat di wilayah terluar Indonesia. Pada Sabtu pagi, beliau tiba di Pulau Miangas, Sulawesi Utara, dan langsung mengunjungi Puskesmas setempat untuk berdialog dengan tenaga kesehatan.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengungkapkan bahwa dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo berdiskusi dengan para tenaga medis mengenai berbagai kebutuhan layanan kesehatan agar masyarakat di pulau tersebut mendapatkan pelayanan yang optimal. "Dalam peninjauan tersebut, Bapak Presiden berdiskusi dengan para tenaga kesehatan mengenai berbagai kebutuhan layanan kesehatan agar masyarakat di pulau terluar tersebut dapat memperoleh pelayanan yang maksimal," jelas Teddy.
Pembangunan dan Penambahan Fasilitas Kesehatan
Pulau Miangas, yang terletak di bagian paling utara Indonesia dan berbatasan langsung dengan Filipina, menjadi fokus perhatian pemerintah. Teddy menambahkan bahwa setelah mendengarkan masukan dari tenaga kesehatan, Presiden memutuskan untuk segera melakukan renovasi pada fasilitas kesehatan yang sudah lama tidak diperbaiki. "Selain itu, pemerintah juga akan menyediakan mobil ambulans, menambah dokter dan tenaga perawat, serta memberikan dukungan tunjangan profesi bagi tenaga kesehatan yang bertugas di sana," imbuhnya.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, yang turut mendampingi Presiden, juga diberikan arahan untuk memastikan pelaksanaan program tersebut berjalan dengan cepat. Puskesmas Miangas berfungsi sebagai fasilitas kesehatan utama yang melayani seluruh masyarakat di daerah kepulauan itu, sehingga segala kebutuhan harus segera dipenuhi.
Tanggapan Tenaga Kesehatan di Pulau Miangas
Selama kunjungan, Presiden Prabowo juga menyapa seorang ibu hamil yang sedang menjalani pemeriksaan kesehatan di puskesmas. Kepala Puskesmas Miangas, dr. Cefrilia Pesik, menyatakan bahwa kunjungan Presiden memberikan kesempatan bagi tenaga kesehatan untuk menyampaikan kondisi dan kebutuhan pelayanan kesehatan di wilayah perbatasan tersebut. "Ada beberapa juga yang sudah didengar oleh Bapak Presiden, mencakup dengan keadaan Puskesmas dan apa-apa yang dibutuhkan di Puskesmas kami," kata dr. Cefrilia.
Sementara itu, Albert Nusa, seorang perawat yang telah bertugas selama 35 tahun di Pulau Miangas, menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan di wilayah tersebut berjalan dengan baik, meskipun masih terdapat tantangan, terutama dalam hal keterbatasan tenaga kesehatan dan proses rujukan pasien darurat. "Jika ada pasien darurat, kami harus tangani di tempat. Jika itu harus memerlukan tindakan rumah sakit, nah itu tentu memerlukan fasilitas," ujarnya.
Albert juga menekankan perlunya fasilitas pendukung untuk pelayanan kesehatan, seperti ambulans untuk rujukan pasien dan penyimpanan vaksin. "Meski menghadapi berbagai keterbatasan, tenaga kesehatan di Pulau Miangas tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," tutupnya.