Pendidikan

LPDP Pastikan Beasiswa Tidak Terpengaruh Kebijakan Efisiensi Anggaran Negara

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menegaskan bahwa program beasiswa kuliah tetap berjalan meskipun ada kebijakan efisiensi anggaran. Direktur Utama LPDP, Yon Arsal, menjelaskan strategi yang di...

D
Dinda Mughni
30 June 2026 17 pembaca
kompas.com Sumber: kompas.com
LPDP Pastikan Beasiswa Tidak Terpengaruh Kebijakan Efisiensi Anggaran Negara
Sumber gambar: kompas.com

Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) memastikan bahwa kebijakan efisiensi anggaran tidak akan berdampak pada program beasiswa. Dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta pada 29 Juni 2026, Direktur Utama LPDP, Yon Arsal, menyampaikan bahwa lembaga ini memiliki tanggung jawab untuk memaksimalkan hasil dari pengelolaan dana abadi yang saat ini mencapai Rp 180,81 triliun per 31 Mei 2026.

Yon Arsal mengungkapkan, "Apakah kita terdampak efisiensi anggaran? Terdampak tapi biaya operasional kantor kita yang kita potong-potong. Tapi kalau untuk di luar itu, kita akan optimalkan hasil investasi karena itu amanah dan yang harus kita kelola bersama." Ia menambahkan bahwa meskipun efisiensi dilakukan pada operasional manajemen, hal tersebut tidak akan berpengaruh pada program beasiswa.

Tantangan dan Strategi LPDP

Dalam situasi yang penuh tantangan, terutama dengan kondisi geopolitik yang tidak stabil, Yon Arsal mencatat bahwa fluktuasi nilai tukar dolar juga menjadi tantangan tersendiri. "Kemarin sempat ada dolar agak naik gitu ya, sementara kan sebagian besar kalau teman-teman yang di luar (negeri) ini kan kita kirimnya kan dalam bentuk dolar juga. Nah tentu ini menjadi tantangan sendiri juga buat kita," ungkapnya.

Untuk memastikan bahwa jumlah beasiswa yang diberikan tetap optimal, LPDP menerapkan strategi pengoptimalan anggaran. "Beasiswa bisa di luar negeri, bisa di dalam negeri. Tadi kita lihat kan tidak seluruhnya juga kita kirim di luar negeri. Malah sebagian besar itu memang adanya di dalam negeri," jelasnya.

Kolaborasi dan Skema Co-funding

LPDP juga menyesuaikan penyaluran beasiswa dengan kebutuhan negara dan peluang yang ada. Dalam beberapa tahun terakhir, LPDP telah mengimplementasikan skema co-funding, di mana biaya pendidikan dibagi dengan universitas-universitas terkemuka di luar negeri. "Makanya kami di manajemen juga mencoba mencari kolaborasi dengan kampus-kampus di luar negeri sedemikian rupa sehingga skema co-funding itu menjadi lebih optimal," kata Yon.

Melalui skema ini, LPDP berharap dapat menurunkan biaya pendidikan. "Agar pembiayaan tadi bisa menjadi lebih ringan. Skemanya bisa saja misalnya ada satu banding satu. Jadi kalau misalnya kita kirim dua orang ke salah satu kampus di luar negeri. Nah misalnya itu satunya dibiayai dari LPDP, satunya dibayari oleh universitas ataupun dari negara yang bersangkutan," tambahnya.

Dengan pengeluaran yang lebih efisien, LPDP dapat memberikan bantuan kepada lebih banyak penerima beasiswa. Yon Arsal menekankan bahwa tujuan utama LPDP adalah mengoptimalkan dana hasil pengelolaan investasi sehingga jumlah penerima beasiswa dapat meningkat. "Kami di jajaran pimpinan di LPDP tentunya enggak pengin justru duitnya tersisa gitu. Kalau bisa dihabiskan dengan catatan tentu kualitasnya dijaga, data kelolanya diperhatikan," pungkasnya.

Mulai 30 Juni 2026, LPDP akan membuka pendaftaran untuk beasiswa tahap kedua hingga 31 Juli mendatang. Pada tahap pertama tahun ini, sebanyak 2.753 orang telah berhasil lolos seleksi beasiswa LPDP.

Artikel Terkait