🔴 Breaking
Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok BRI Alokasikan Dividen Sebesar Rp52,1 Triliun, Setara Rp346 per Saham untuk Pemegang Saham Fenomena 'Inflasi Pengamat': Kesadaran Kritis atas Kualitas Informasi Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok BRI Alokasikan Dividen Sebesar Rp52,1 Triliun, Setara Rp346 per Saham untuk Pemegang Saham Fenomena 'Inflasi Pengamat': Kesadaran Kritis atas Kualitas Informasi
Politik

Mempertahankan Demokrasi: Tantangan yang Membutuhkan Ketabahan

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menekankan pentingnya menjaga demokrasi dengan sabar dan tidak terburu-buru.

Adhe Dharma

Penulis

27 March 2026
8 kali dibaca
Mempertahankan Demokrasi: Tantangan yang Membutuhkan Ketabahan

Menjaga demokrasi bukanlah tugas yang mudah, apalagi di negara dengan keanekaragaman seperti Indonesia. Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, secara tegas menyatakan bahwa proses ini membutuhkan "napas panjang" dan kesabaran. "Politik itu sejatinya adalah maraton, bukan sprint," kata Hasto, menekankan bahwa proses demokrasi tidak bisa diburu-buru, melainkan memerlukan komitmen jangka panjang.

Dalam konteks Indonesia, demokrasi masih terus berkembang dan menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari isu korupsi, ketidaksetaraan sosial, hingga ancaman terhadap kebebasan berbicara, semua ini memerlukan perhatian serius dari masyarakat dan pemimpin negara. Hasto menekankan bahwa untuk mengatasi semua ini, diperlukan kerja sama dan komitmen dari semua pihak, tanpa terjebak dalam perdebatan yang tidak produktif.

"Kita harus terus memperjuangkan prinsip-prinsip demokrasi, seperti keadilan, kesetaraan, dan kebebasan. Ini bukanlah tugas yang ringan, tetapi kita harus terus berjuang untuk mewujudkannya," tambah Hasto. Ia juga mengingatkan bahwa demokrasi bukan hanya tentang pemilu, melainkan tentang proses pembangunan yang berkelanjutan dan partisipatif.

Menurut Hasto, salah satu kunci untuk mempertahankan demokrasi adalah dengan memastikan bahwa setiap warga negara memiliki akses yang sama untuk berpartisipasi dalam proses politik. Ini termasuk meningkatkan kesadaran dan pendidikan politik, serta memastikan bahwa institusi-institusi demokratis berfungsi secara efektif. "Kita harus memastikan bahwa setiap suara terdengar, setiap pendapat dihargai, dan setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi," tegasnya.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, Hasto tetap optimis bahwa demokrasi di Indonesia dapat terus berkembang dan menjadi lebih kuat. Ia menekankan bahwa peran masyarakat sipil, organisasi non-pemerintah, dan media sangat penting dalam mempromosikan nilai-nilai demokrasi dan memastikan bahwa pemerintah bertanggung jawab. "Kita semua memiliki peran untuk memainkan dalam mempertahankan demokrasi. Mari kita bekerja sama untuk membangun Indonesia yang lebih adil, lebih sejahtera, dan lebih demokratis," pungkas Hasto.

Artikel Terkait

Sumber: www.liputan6.com