Presiden Prabowo Subianto menjelaskan bahwa saat ini ekonomi Indonesia menerapkan prinsip ekonomi jalan tengah. Konsep ini sejalan dengan tradisi gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.
Dalam pidatonya mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN Tahun Anggaran 2027 yang berlangsung di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, pada Rabu (20/8/2025), Prabowo menyatakan, "Saya mengatakan perekonomian kita yang kita sebut sebagai ekonomi Pancasila atau ekonomi jalan tengah, atau istilah yang lebih populer dari dalam perkembangan perekonomian dunia, kita harus bangun Indonesia Incorporated."
Tujuan Ekonomi Jalan Tengah
Prabowo menjelaskan bahwa tujuan dari ekonomi jalan tengah ini adalah untuk mengadopsi elemen terbaik dari berbagai sistem ekonomi yang diterapkan oleh negara-negara lain di dunia, sambil tetap mempertimbangkan kearifan lokal Indonesia. "Ekonomi yang berani mengambil yang terbaik dari sosialisme dan yang terbaik dari kapitalisme," ujarnya.
Pentingnya Gotong Royong
Menurut Prabowo, untuk mewujudkan ekonomi ini, seluruh elemen masyarakat Indonesia, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan rakyat, harus bersinergi dalam membangun perekonomian negara. Ia menekankan pentingnya peran orang-orang kaya untuk membantu mereka yang kurang mampu. "Perekonomian kekeluargaan, semua bergotong royong, itu arti gotong royong, yang kuat maju menarik yang lemah. Yang lemah berhimpun, melaksanakan usaha bersama dalam bentuk-bentuk koperasi. Tidak boleh yang kaya menang sendiri dan membiarkan yang lemah terlantar," papar Prabowo.
Prabowo juga menekankan perlunya memperkuat sektor swasta yang inovatif dan memiliki inisiatif dalam pengelolaan sumber daya. "Justru kita perlu sektor swasta. Kita perlu mendukung peran sektor swasta, kita butuh sektor swasta yang dinamis, kita perlu pengusaha-pengusaha yang penuh dengan inovasi, inisiatif dan memiliki kemampuan manajerial yang baik dan handal," tutupnya.