Kesehatan

Mengapa Beberapa Orang Lebih Betah di Rumah? Ini Penjelasannya

Sebagian orang merasa lebih bahagia saat berada di rumah, menikmati waktu sendiri atau bersama keluarga. Penelitian menunjukkan bahwa keterikatan emosional ini dipengaruhi oleh pengalaman yang dialami...

D
Darma Yudhistira
05 July 2026 18 pembaca
Betah di rumah. Foto: Getty Images/Tzido
Betah di rumah. Foto: Getty Images/Tzido

Jakarta - Sementara ada individu yang merasa tidak sabar untuk keluar setelah seharian beraktivitas, ada pula yang justru merasa paling bahagia ketika berada di rumah. Kegiatan seperti membaca buku, menghabiskan waktu dengan keluarga, atau sekadar menikmati suasana tenang sendirian menjadikan rumah sebagai tempat yang nyaman bagi sebagian orang. Pertanyaannya, apa yang menyebabkan seseorang memiliki ikatan emosional yang kuat dengan tempat tinggalnya?

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Environmental Psychology pada tahun 2024 mengungkapkan bahwa rasa betah di rumah lebih dipengaruhi oleh pengalaman yang dialami seseorang di dalam rumah, bukan hanya oleh kepribadiannya. Peneliti menemukan bahwa faktor-faktor seperti pemulihan emosional, interaksi sosial yang positif, dan tersedianya ruang pribadi yang cukup menjadi elemen utama yang membuat seseorang merasa terikat dengan rumahnya.

Rumah Sebagai Tempat Pemulihan Emosional

Studi berjudul "Predicting Home Attachment Through Its Psychological Costs and Benefits" yang dipimpin oleh Benjamin R. Meagher dari Departemen Psikologi Hope College ini mengeksplorasi faktor-faktor psikologis yang berkontribusi pada kedekatan emosional seseorang dengan rumah. Penelitian ini melibatkan lebih dari 650 responden dalam dua studi yang bertujuan untuk mengidentifikasi manfaat dan tantangan yang dirasakan seseorang terhadap rumah serta menentukan faktor yang paling berpengaruh terhadap rasa keterikatan tersebut.

Pada studi pertama, peserta diminta untuk menceritakan pengalaman mereka tentang rumah dengan kata-kata mereka sendiri. Hasilnya menunjukkan bahwa pemulihan emosional atau perasaan segar secara mental dan emosional adalah manfaat yang paling sering disebutkan. Sekitar 86,7 persen responden menganggap rumah sebagai tempat untuk memulihkan diri dari tekanan dan stres sehari-hari. Selain itu, privasi, rasa aman, emosi positif, dan kesempatan untuk melakukan berbagai aktivitas di dalam rumah juga menjadi alasan utama mengapa seseorang merasa nyaman berada di rumah.

Lebih dari Sekadar Bangunan

Penelitian juga menunjukkan bahwa meskipun ukuran dan tata letak rumah memiliki pengaruh, pengalaman emosional yang dialami penghuni jauh lebih menentukan tingkat keterikatan mereka terhadap rumah. Pada studi kedua, peserta diminta untuk menilai berbagai aspek rumah mereka. Hasilnya mengindikasikan bahwa pengalaman emosional yang memulihkan, hubungan sosial yang positif, dan ruang fisik yang memadai masing-masing berkontribusi secara independen terhadap kuatnya rasa keterikatan seseorang dengan rumah.

Di sisi lain, individu yang mengalami konflik dengan penghuni rumah, memiliki ruang yang sempit, kurang privasi, atau khawatir tentang kebersihan rumah cenderung memiliki ikatan emosional yang lebih rendah dengan tempat tinggal mereka. Menurut para peneliti, seseorang menjadi sangat terikat dengan rumah bukan hanya karena tinggal di sana, tetapi karena rumah mampu memenuhi kebutuhan emosional, sosial, dan fisiknya.

Rumah yang memberikan ketenangan, kenyamanan, hubungan yang hangat dengan orang-orang di dalamnya, serta ruang yang cukup akan lebih mudah menjadi tempat yang selalu ingin dituju. Para penulis penelitian menyimpulkan bahwa faktor emosional, terutama perasaan pulih dari kelelahan mental dan emosional setelah berada di rumah, merupakan faktor paling kuat yang membentuk rasa keterikatan seseorang terhadap rumah. Meskipun hubungan sosial dan kondisi fisik rumah juga berperan, pengalaman psikologis berupa rasa nyaman dan kembali segar setelah berada di rumah menjadi alasan utama mengapa sebagian orang lebih betah menghabiskan waktu di rumah.

Artikel Terkait