🔴 Breaking
Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok BRI Alokasikan Dividen Sebesar Rp52,1 Triliun, Setara Rp346 per Saham untuk Pemegang Saham Fenomena 'Inflasi Pengamat': Kesadaran Kritis atas Kualitas Informasi Informasi Terbaru Harga BBM Pertamina Per 11 April 2026: Dari Pertalite hingga Pertamax Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok BRI Alokasikan Dividen Sebesar Rp52,1 Triliun, Setara Rp346 per Saham untuk Pemegang Saham Fenomena 'Inflasi Pengamat': Kesadaran Kritis atas Kualitas Informasi Informasi Terbaru Harga BBM Pertamina Per 11 April 2026: Dari Pertalite hingga Pertamax
Kesehatan

Mengenali Gejala Kelelahan Sosial setelah Lebaran

Kelelahan sosial pasca-Lebaran sering kali tidak disadari, namun memiliki dampak signifikan pada kesehatan mental.

Eira Orelia

Penulis

25 March 2026
8 kali dibaca
Mengenali Gejala Kelelahan Sosial setelah Lebaran

Setelah merayakan Lebaran, banyak dari kita yang merasa lelah dan tidak bersemangat. Kelelahan ini tidak hanya fisik, tetapi juga bisa bersifat sosial. Social fatigue atau kelelahan sosial adalah fenomena yang umum terjadi setelah periode liburan panjang seperti Lebaran, di mana kita terus-menerus berinteraksi dengan orang lain, baik itu keluarga, teman, atau kolega. Kelelahan sosial ini sering kali tidak disadari, namun memiliki dampak signifikan pada kesehatan mental dan kemampuan kita untuk berfungsi secara optimal dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu ciri-ciri utama dari social fatigue adalah merasa kehabisan energi dan motivasi. Setelah berhari-hari berinteraksi dengan banyak orang, kita mungkin merasa kelelahan dan tidak memiliki energi untuk melakukan aktivitas yang biasanya kita nikmati. "Saya merasa sangat lelah setelah Lebaran, tidak hanya fisik tetapi juga mental. Saya merasa tidak memiliki energi untuk melakukan apa pun," kata seorang ibu rumah tangga. Kelelahan ini bisa membuat kita merasa tidak berminat pada aktivitas sosial, merasa tertekan, dan kesulitan berkonsentrasi.

Ciri-ciri lain dari social fatigue adalah meningkatnya kebutuhan untuk menyendiri dan mengisolasi diri. Setelah terus-menerus berinteraksi dengan orang lain, kita mungkin merasa perlu untuk memiliki waktu sendiri, jauh dari keramaian dan kebisingan. "Saya membutuhkan waktu sendiri setelah Lebaran, saya merasa perlu untuk mengisi energi dan merenungkan apa yang telah terjadi," kata seorang mahasiswa. Kebutuhan ini bisa menjadi semakin kuat jika kita merasa bahwa kita tidak memiliki ruang untuk diri sendiri dan tidak bisa mengungkapkan perasaan kita dengan bebas.

Kelelahan sosial juga bisa menyebabkan kita merasa tidak sabar dan mudah tersinggung. Setelah berhari-hari berinteraksi dengan orang lain, kita mungkin merasa bahwa kita tidak bisa mengendalikan emosi kita dengan baik, sehingga kita menjadi lebih mudah tersinggung dan tidak sabar. "Saya merasa sangat tidak sabar setelah Lebaran, saya merasa bahwa saya tidak bisa mengendalikan emosi saya dengan baik," kata seorang karyawan. Kondisi ini bisa membuat kita merasa tidak nyaman dan tidak bisa berinteraksi dengan orang lain dengan efektif.

Untuk mengatasi social fatigue, kita perlu untuk mengenali gejala-gejala tersebut dan mengambil langkah-langkah untuk mengisi energi kita. Salah satu cara yang efektif adalah dengan memiliki waktu sendiri dan melakukan aktivitas yang kita nikmati. "Saya suka membaca buku setelah Lebaran, itu membantu saya untuk mengisi energi dan merenungkan apa yang telah terjadi," kata seorang ibu rumah tangga. Kita juga perlu untuk berkomunikasi dengan orang lain tentang perasaan kita dan meminta bantuan jika kita membutuhkannya.

Artikel Terkait

Sumber: www.cnnindonesia.com