Pendidikan

Mobil Formula CRT-02 Karya Mahasiswa ITB Siap Berkompetisi di Jepang

Mahasiswa Program Studi Teknik di ITB memperkenalkan CRT-02, mobil formula student terbaru, yang akan berlaga di Formula Student Jepang. Peluncuran ini menandai kesiapan tim Cerberus Racing menghadapi...

I
Indriani Atmaja
04 July 2026 18 pembaca
kompas.com Sumber: kompas.com
Mobil Formula CRT-02 Karya Mahasiswa ITB Siap Berkompetisi di Jepang
Sumber gambar: kompas.com

Sejumlah mahasiswa dari Program Studi Teknik di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam Cerberus Racing Team (CRT) telah meluncurkan CRT-02, mobil formula student generasi terbaru. Acara peluncuran berlangsung di Aula Barat ITB pada hari Senin, 23 Juni 2026, dan menandakan kesiapan tim untuk berpartisipasi dalam kompetisi Formula Student di Jepang. Pengembangan mobil ini mengedepankan pendekatan rekayasa yang berfokus pada iterasi, efisiensi biaya, serta kolaborasi lintas disiplin.

Ketua Cerberus Racing Team ITB, Muzhaffar Omar Priambodo, menjelaskan, “Ini merupakan evaluasi mobil kedua kami yaitu CRT-02 hasil dari evaluasi mobil CRT-01 yang telah kami lombakan di Jepang tahun lalu.” Dalam kesempatan tersebut, Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., juga memberikan pesan mengenai pentingnya proses inovasi yang konsisten.

Pentingnya Inovasi dan Proses Pembelajaran

Prof. Tata mengingatkan agar tim tidak berhenti berinovasi dan menikmati setiap langkah dalam proses tersebut, karena pengembangan yang berkelanjutan adalah kunci. Selain melakukan evaluasi, Cerberus Racing Team juga melakukan penyesuaian desain sasis dan sistem kendaraan untuk menyesuaikan dengan perubahan regulasi dalam kompetisi internasional. Sebagai hasilnya, CRT-02 kini memiliki karakter struktural yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya, termasuk penyesuaian ukuran kendaraan, ergonomi pengemudi, serta penyederhanaan komponen aerodinamika.

Inovasi Teknik yang Diterapkan

Mahasiswa mengembangkan berbagai inovasi teknik secara mandiri. Salah satunya adalah sistem kontrol mesin berbasis Electronic Control Unit (ECU) yang dirancang sendiri untuk mengoptimalkan performa mesin dengan biaya yang lebih efisien dibandingkan sistem komersial. “Kami menggunakan ECU buatan sendiri karena ECU pada umumnya itu harganya cukup mahal dan kami ingin menekan biaya,” ungkap Omar. Keterbatasan yang ada justru memacu mereka untuk menciptakan inovasi teknis.

Dalam hal aerodinamika, tim melakukan penyederhanaan yang signifikan dengan menghapus beberapa komponen seperti front wing dan rear wing, dan menggantinya dengan desain alternatif berbasis sirip belakang (sharp fin). Tim juga menerapkan pendekatan personalisasi pada sistem kemudi dan memanfaatkan material komposit karbon yang lebih bervariasi untuk menyeimbangkan kekuatan dan efisiensi bobot.

Proses pengembangan CRT-02 melibatkan tahapan desain digital, fabrikasi, hingga integrasi sistem kendaraan yang dilakukan secara bertahap oleh berbagai divisi teknis. Ilmu yang digunakan dalam pengembangan mobil ini berasal dari berbagai program studi, termasuk teknik mesin, elektro, industri, dan desain produk. Dosen, laboratorium ITB, serta mitra industri juga berkontribusi dalam proses rekayasa kendaraan ini.

Ke depan, CRT-02 direncanakan akan terus digunakan dan disempurnakan melalui siklus iterasi, termasuk kemungkinan untuk berpartisipasi dalam lebih dari satu kompetisi internasional. “Kami ingin mobil ini terus berkembang dan bisa digunakan lagi untuk kompetisi berikutnya, serta terus dilakukan improvement dari hasil testing,” tutup Omar, menekankan pentingnya proses pembelajaran berkelanjutan dalam pengembangan tim.

Artikel Terkait