Nasional

MPR Menghargai Keputusan SMAN 1 Pontianak untuk Tidak Ikut Ulang Lomba Cerdas Cermat

MPR menghormati keputusan SMAN 1 Pontianak yang memilih untuk tidak berpartisipasi dalam final ulang Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat.

A
Ananta Prana
15 May 2026 9 pembaca
MPR Menghargai Keputusan SMAN 1 Pontianak untuk Tidak Ikut Ulang Lomba Cerdas Cermat
Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) pada Sabtu (9/5/26) (Tangkapan layar YouTube/MPRGOID)

Ketua Badan Sosialisasi MPR, Abraham Liyanto, menyampaikan bahwa MPR menghormati keputusan SMAN 1 Pontianak untuk tidak mengikuti final ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI yang berlangsung di Kalimantan Barat. Pernyataan ini disampaikan setelah pertemuan antara pimpinan MPR dan perwakilan sekolah tersebut.

Pertemuan dengan Perwakilan SMAN 1 Pontianak

Abraham menjelaskan bahwa pimpinan MPR telah mengadakan pertemuan dengan kepala sekolah dan wakil kepala sekolah SMAN 1 Pontianak, yaitu Ibu Indang dan Pak Eko, di Ruang Nusantara V, Kantor MPR RI pada Kamis pagi, 14 Mei 2026. "Pimpinan MPR yang diwakili Pak Hidayat Nur Wahid, Pak Eddy Soeparno, saya dan Ibu Sekjen serta jajaran telah bertemu dan menerima kunjungan kepala sekolah dan wakil kepala sekolah SMAN 1 Pontianak," ungkapnya.

Dalam pertemuan itu, perwakilan SMAN 1 Pontianak menyampaikan sikap mereka yang menolak untuk berpartisipasi dalam final ulang LCC 4 Pilar MPR RI. Abraham menambahkan, "Mereka telah menyampaikan hal tersebut kepada kami dan kami sangat menghargai dan memahami."

Status Pengulangan Lomba

Abraham juga menyatakan bahwa pihaknya akan melaporkan hasil pertemuan tersebut kepada pimpinan MPR RI dalam rapat gabungan yang dijadwalkan pada Senin, 18 Mei 2026. "Kebetulan agenda Pimpinan MPR ada rapat gabungan pada hari Senin tanggal 18 Mei. Jadi kami akan sampai kan itu dalam rapat dan diskusi nanti," jelasnya.

MPR sebelumnya memutuskan untuk mengulang final Lomba Cerdas Cermat empat pilar di Kalimantan Barat setelah adanya kontroversi terkait penilaian yang dilakukan oleh juri. Menanggapi keputusan ini, SMAN 1 Pontianak menegaskan bahwa mereka tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba yang diulang. "SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR RI,” demikian pernyataan dari sekolah tersebut.

Dalam pernyataan sikap yang ditandatangani oleh Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, sekolah tersebut menekankan bahwa tindakan mereka bukan bertujuan untuk merusak kredibilitas lembaga penyelenggara lomba. "Sejak awal, SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan," jelasnya.

SMAN 1 Pontianak juga menyatakan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan Kalimantan Barat dalam ajang LCC 4 Pilar tingkat nasional. Mereka berharap agar semua pihak dapat menyelesaikan permasalahan ini dengan semangat kebersamaan dan saling menghargai.

Di akhir pernyataannya, SMAN 1 Pontianak memohon dukungan dari semua pihak untuk menciptakan iklim pendidikan yang kondusif dan aman bagi semua. "Demikian pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen kami terhadap dunia pendidikan yang berintegritas," tutup Indang.

Dalam konteks ini, MPR memastikan bahwa pelaksanaan ulang lomba akan melibatkan juri independen dari kalangan akademisi untuk memastikan objektivitas penilaian. "Juri yang akan menjuri dalam lomba tersebut adalah juri independen," kata Muzani, salah satu pimpinan MPR, pada Rabu, 13 Mei 2026.

Muzani juga menegaskan bahwa pimpinan MPR akan mengawasi langsung jalannya final lomba dari awal hingga akhir. Ia mengapresiasi sikap peserta yang berani menyampaikan keberatan dan protes secara terbuka, yang dianggapnya sebagai bagian dari proses demokrasi yang baik.

Artikel Terkait