PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) mengumumkan rencananya untuk melakukan aksi korporasi berupa penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan, perusahaan yang bergerak di sektor jasa pengujian, inspeksi, dan sertifikasi ini akan menerbitkan hingga 314.295.059 lembar saham baru, yang setara dengan maksimum 10 persen dari total modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh.
Direktur SDM dan Keuangan Mutuagung Lestari, Sumarna, mengungkapkan bahwa seluruh dana yang diperoleh dari private placement ini akan digunakan untuk kepentingan strategis perusahaan. Dana tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas layanan, memperluas segmen bisnis baru, serta memperkuat daya saing dan keberlanjutan usaha perusahaan di masa mendatang. "Rencana penggunaan dana hasil penambahan modal tanpa memberikan HMETD ini adalah untuk memperkuat struktur permodalan dan rencana pengembangan strategis perusahaan," jelas Sumarna dalam laporan resmi yang dirilis di Jakarta.
Alokasi Dana untuk Pengembangan
Manajemen menegaskan bahwa langkah ini diambil bukan untuk memperbaiki kondisi keuangan yang memburuk, melainkan murni untuk ekspansi bisnis. Sumarna menjelaskan bahwa alokasi belanja modal (capex) ditetapkan sebesar 50 persen untuk pengembangan fasilitas laboratorium baru. Sisa dana, yaitu 33 persen, akan digunakan sebagai biaya operasional (opex), termasuk penguatan kompetensi SDM, sementara 17 persen akan disiapkan sebagai cadangan modal kerja perusahaan.
Dengan penerbitan saham baru ini, modal yang ditempatkan dan disetor penuh perusahaan diperkirakan akan meningkat menjadi 3,45 miliar lembar saham. Pelaksanaan aksi korporasi ini akan berdampak pada porsi kepemilikan saham para pemegang saham lama. Berdasarkan perhitungan proforma struktur permodalan, masuknya investor strategis baru berpotensi menyebabkan dilusi kepemilikan saham investor yang ada hingga maksimum 9,09 persen. Manajemen memastikan bahwa proses ini akan berlangsung sesuai dengan regulasi yang ada dan tidak akan mengubah pengendali akhir perusahaan.
Proses Negosiasi dengan Investor
Manajemen saat ini masih dalam tahap negosiasi dengan beberapa calon investor, sehingga belum dapat memberikan rincian mengenai pihak pemodal strategis yang akan berpartisipasi. Namun, jika hingga batas waktu pelaksanaan tidak ada investor strategis yang bersedia menyerap, maka saham baru hasil private placement akan diambil alih oleh pemegang saham pengendali, pemegang saham utama, atau pihak afiliasi perusahaan.
Secara rinci, alokasi capex sebesar 50 persen akan digunakan untuk membangun infrastruktur penting, termasuk fasilitas Halal Centre, Cosmetics & Herbal Centre, serta perluasan laboratorium di kantor pusat. Selain itu, MUTU juga berencana mengembangkan Laboratorium Mineral yang khusus menangani emas dan mineral ikutan di dekat pusat-pusat pertambangan seperti Manado untuk memanfaatkan potensi pertumbuhan jasa komoditas ekspor.
Dari sisi opex yang dialokasikan sebesar 33 persen, salah satu fokus utama adalah mendapatkan kembali lisensi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) pada tahun 2026, setelah perusahaan melakukan pengunduran diri secara sukarela pada tahun 2024. MUTU menilai sertifikasi kelapa sawit berkelanjutan ini merupakan salah satu pilar pendapatan utama untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor ke Eropa dan Amerika Serikat.
Dalam laporan posisi keuangan per 30 September 2025, ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp223,00 miliar dengan total aset mencapai Rp307,20 miliar. Struktur permodalan setelah aksi korporasi ini diharapkan akan semakin sehat, di mana rasio liabilitas terhadap aset diproyeksikan membaik dari 25,8 persen menjadi 25,1 persen. Rencana private placement ini sebelumnya telah disetujui oleh para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan pada 18 Desember 2025. Sesuai dengan ketentuan POJK No. 14/2019, periode pelaksanaan penambahan modal dibatasi dalam jangka waktu dua tahun, terhitung sejak tanggal persetujuan rapat hingga 17 Desember 2027 mendatang.