Nanik Sudaryati Deyang memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai kepala Badan Gizi Nasional (BGN) setelah menjabat selama kurang lebih dua bulan. Keputusan ini diambil karena alasan kesehatan dan diumumkan melalui pernyataannya di akun resmi media sosialnya pada Rabu (22/7).
Dalam pernyataannya, Nanik menegaskan komitmennya untuk tetap mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia menjelaskan bahwa program yang digulirkan oleh Presiden Prabowo Subianto bukanlah untuk tujuan politis, melainkan sebagai intervensi gizi bagi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang sehat. "Kalau untuk tujuan politis, yang sekarang mayoritas penerima manfaat, kan, anak-anak balita sampai SD. Tiga tahun lagi 2029, mereka belum nyoblos," ungkap Nanik.
Nanik juga menyoroti dampak positif dari Program MBG, yang dapat menggerakkan ekonomi masyarakat, terutama petani dan peternak lokal. Dia mencatat bahwa selama tiga minggu libur sekolah dan program MBG, banyak petani dan peternak yang mengeluh karena hasil mereka tidak terserap dengan baik dan harganya jatuh.
Meskipun masa jabatannya singkat, Nanik mengklaim telah meletakkan dasar untuk perbaikan Program MBG, termasuk mengganti pejabat eselon 1 di lingkungan BGN. Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, juga mengonfirmasi pengunduran diri Nanik karena alasan kesehatan. "Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung," kata Yuza.
Selama satu setengah bulan menjabat, Nanik telah mengidentifikasi berbagai persoalan dan meletakkan fondasi reformasi, seperti mengevaluasi hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan menghentikan ekspansi dapur di wilayah yang jenuh. Sebelumnya, Pelaksana Harian Kepala BGN, Agustina Arumsari, juga telah memperkenalkan lima pejabat eselon 1 baru untuk mendukung perbaikan tata kelola Program MBG.
Agustina menyatakan bahwa penggantian pejabat tersebut bertujuan agar setiap rupiah yang dikelola untuk anggaran MBG dapat dikelola secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.