PT Newport Marine Services Tbk (BOAT) telah resmi mengumumkan keputusan untuk tidak memberikan dividen tunai kepada para pemegang saham atas hasil kinerja tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Langkah ini diambil oleh manajemen untuk mengalihkan seluruh laba bersih perusahaan guna memperkuat modal kerja operasional serta mendukung kelangsungan ekspansi bisnis di masa mendatang.
Direksi Newport Marine Services menyampaikan bahwa penggunaan laba bersih untuk modal kerja adalah langkah strategis yang penting bagi perusahaan dalam menjaga stabilitas keuangan. "Menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 dipergunakan untuk modal kerja perusahaan dan tidak terdapat pembagian dividen terhadap Pemegang Saham," ungkap manajemen dalam keterangan resmi di Jakarta pada Jumat, 12 Juni 2026.
Dukungan Pemegang Saham
Pernyataan ini juga didukung oleh risalah RUPST yang menunjukkan bahwa keputusan tersebut telah mendapatkan suara mayoritas dari pemegang saham yang hadir. Sebanyak 2,82 miliar suara menyetujui kebijakan ini, menandakan kepercayaan investor terhadap rencana strategis perusahaan dalam mengelola arus kas internal. Tingkat kehadiran pemegang saham dalam rapat mencapai 80,79% dari total saham yang memiliki hak suara sah.
Selain fokus pada penguatan modal kerja, manajemen perusahaan juga berupaya meningkatkan kapasitas operasional melalui optimalisasi aset kapal yang dimiliki. Ini menjadi langkah krusial di tengah persaingan ketat dalam industri jasa kelautan yang memerlukan efisiensi tinggi serta ketersediaan dana cadangan yang memadai. Direksi menegaskan bahwa keputusan untuk tidak membagikan dividen adalah bentuk kehati-hatian perusahaan dalam menghadapi dinamika pasar global yang dapat mempengaruhi kinerja di tahun 2026.
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
Pada hari yang sama, perusahaan juga mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk membahas rencana penjaminan aset sebagai bagian dari upaya memperkuat dukungan pendanaan perbankan. "Menyetujui rencana Perseroan untuk menjaminkan aset berupa 6 unit kapal milik Perseroan dengan nilai pengikatan sebesar Rp148,5 miliar untuk memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk," jelas direksi.
Penjaminan aset ini mencakup enam kapal motor, yaitu NMS Bravery, NMS Brilliance, NMS Adventurer 1 eks AOS 6, NMS Accelerate, NMS Accomplish, dan NMS Achieve. Direksi menjelaskan bahwa nilai pengikatan sebesar Rp148,5 miliar tersebut setara dengan sekitar 38,4 persen dari total ekuitas perusahaan, sehingga tidak termasuk dalam kategori transaksi material yang melampaui batas 50 persen sesuai regulasi OJK. Penjaminan aset ini diharapkan dapat memberikan fleksibilitas keuangan bagi perusahaan untuk memenangkan kontrak kerja baru di masa depan.
Langkah manajemen dalam mengoptimalkan struktur modal ini dianggap sebagai upaya konsolidasi kekuatan internal sebelum melakukan ekspansi yang lebih besar. Dengan posisi kas yang terjaga melalui laba ditahan dan dukungan fasilitas kredit bank, perusahaan diharapkan dapat meningkatkan kinerja operasional serta daya saing di sektor jasa kelautan domestik. Para pemegang saham saat ini menantikan realisasi dari rencana penggunaan modal kerja tersebut untuk memberikan kontribusi positif terhadap nilai perusahaan di masa mendatang.
Seluruh keputusan rapat telah disahkan dalam akta notaris yang dibuat oleh Dr. Sugih Haryati, SH, M.Kn, sehingga memiliki kekuatan hukum yang mengikat bagi seluruh pemangku kepentingan. Manajemen PT Newport Marine Services Tbk memastikan bahwa seluruh proses penyelenggaraan rapat, baik RUPST maupun RUPSLB, telah memenuhi standar tata kelola perusahaan yang baik dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di pasar modal Indonesia. Diharapkan, langkah ini akan menjadi fondasi yang kuat bagi perusahaan dalam menghadapi tantangan industri sepanjang tahun 2026.