Partai Gerindra memberikan peringatan tegas kepada Ahmad Syahri As Sidiqi, seorang anggota DPRD Jember, yang viral karena merokok dan bermain game saat rapat. Majelis Kehormatan Partai Gerindra menyatakan bahwa tindakan tersebut melanggar AD/ART partai.
Teguran Keras dari Pimpinan Sidang
Pimpinan sidang etik, Fikrah Auliurrahman, menyampaikan bahwa Ahmad Syahri terbukti melanggar aturan partai dan menerima hukuman berupa teguran keras dan terakhir. Dalam sidang yang diadakan di DPP Gerindra, Fikrah menegaskan, "Mengadili. Menyatakan saudara Ahmad Syahri As-Siddiq Sarjana Ekonomi selaku kader Partai Gerindra terbukti telah melanggar AD/ART Partai Gerindra. Memberikan hukuman teguran keras dan terakhir kepada saudara Ahmad Syahri As-Siddiq Sarjana Ekonomi, anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Jember."
Konsekuensi Jika Mengulangi Kesalahan
Fikrah juga menekankan bahwa jika Ahmad Syahri kembali melanggar aturan, ia akan dikenakan sanksi pemecatan dari jabatannya. "Apabila di kemudian hari saudara Ahmad Syahri As-Siddiq Sarjana Ekonomi kembali melakukan pelanggaran, maka akan langsung dikenakan sanksi pemberhentian sebagai anggota DPRD Kabupaten Jember," tegasnya.
Setelah sempat diam, Ahmad Syahri akhirnya muncul di publik dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas perilakunya yang dianggap tidak etis saat menjalankan tugasnya. Dalam sebuah video yang diunggah, ia meminta maaf kepada masyarakat Jember dan kepada Ketua Umum serta DPP Gerindra atas tindakan yang telah terjadi.
Ahmad Syahri, yang merupakan putra dari mantan anggota DPR, Fadil Muzakki Syah, tertangkap kamera sedang asyik bermain game sambil merokok di tengah rapat yang membahas isu kesehatan masyarakat. Video tersebut menjadi viral dan memicu kemarahan warga Jember yang merasa tindakan tersebut merendahkan martabat lembaga legislatif.
Dalam pernyataannya, Syahri mengakui bahwa tindakan tersebut adalah kesalahan besar dan ia siap menerima konsekuensi, baik secara politik maupun administratif. Ia menyebut insiden ini sebagai pelajaran berharga dalam kariernya dan menyatakan tidak akan menghindar dari sanksi yang mungkin dijatuhkan oleh Partai Gerindra atau Badan Kehormatan DPRD Jember. "Saya sebagai anak muda masih memiliki banyak kekurangan dalam bersikap," tambahnya.