Nasional

PDIP Soroti Format Diskusi di UGM: Dialog atau Monolog?

PDIP mempertanyakan format diskusi "Kopdar Bareng Mas Dar" di UGM yang hanya menghadirkan pejabat pemerintah, menilai perlu ada keterwakilan sivitas akademika.

D
Darma Yudhistira
19 June 2026 23 pembaca
inews.id Sumber: inews.id
Advertisement
Advertisement

JAKARTA, iNews.id - Juru Bicara PDI Perjuangan (PDIP), Yohanis Fransiskus Lema, yang lebih dikenal dengan sebutan Ansy Lema, mengungkapkan keraguan terhadap format dialog yang berlangsung di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada Senin malam, 15 Juni 2026. Acara bertajuk "Kopdar Bareng Mas Dar" ini dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah dan berujung pada ketegangan.

Kritik Terhadap Komposisi Narasumber

Ansy menyoroti bahwa semua narasumber dalam forum tersebut berasal dari kalangan pemerintah, termasuk Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. Ia berpendapat bahwa seharusnya kampus juga melibatkan unsur sivitas akademika sebagai narasumber utama agar diskusi menjadi lebih seimbang.

"Harus ada representasi narasumber dari sivitas akademika, baik mahasiswa sebagai narasumber dan juga dosen ataupun juga peneliti. Supaya memang forum ini adalah forum yang representatif. Jadi bukan saja cover both sides, tetapi bahkan cover all sides," ujar Ansy dalam program Interupsi yang membahas 'Kisruh Diskusi UGM: Ruang Dialog atau Konflik?' yang ditayangkan di iNews pada Kamis, 18 Juni 2026.

Peran Mahasiswa dalam Forum

Menurut Ansy, mahasiswa yang hadir dalam diskusi tersebut lebih banyak berfungsi sebagai peserta undangan ketimbang sebagai subjek dialog yang aktif. Hal ini menunjukkan perlunya penataan ulang dalam format diskusi agar lebih inklusif dan representatif.

Artikel Terkait