Pendidikan

Pendaftaran SPMB SNT 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Perbedaannya dengan Sekolah Negeri

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah membuka pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) pada 21-24 Juli 2026 dengan kuota 80 siswa per sekolah.

D
Dinda Mughni
20 July 2026 16 pembaca
Foto ilustrasi siswa berangkat sekolah menaiki sepeda, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Foto ilustrasi siswa berangkat sekolah menaiki sepeda, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) jenjang SMP dan SMA pada tanggal 21-24 Juli 2026. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menegaskan bahwa Kemendikdasmen tidak bekerja sama dengan pihak manapun dalam menjanjikan kelulusan atau mengambil keuntungan dalam proses penerimaan murid baru SNT.

Calon murid yang ingin mendaftar SPMB SNT harus berasal dari wilayah yang sama dengan lokasi SNT. Misalnya, jika SNT berada di Kabupaten Kupang, maka pendaftar harus berdomisili di Kabupaten Kupang. Penerimaan murid ditujukan bagi mereka yang memiliki kemampuan di atas rata-rata, dengan tahapan seleksi yang dilakukan oleh tim khusus di tingkat nasional. Pada tahun pertama, setiap SNT hanya akan menerima total 80 calon murid.

Perbedaan SNT dengan Sekolah Negeri

Berikut adalah perbedaan utama antara Sekolah Nasional Terintegrasi dan sekolah negeri reguler:

1. Dikelola Pemerintah Pusat: SNT diselenggarakan langsung oleh Kemendikdasmen berdasarkan Inpres Nomor 20 Tahun 2026, berbeda dengan SMP yang dikelola kabupaten/kota dan SMA yang dikelola provinsi.

2. Mengintegrasikan SMP dan SMA: SNT menggabungkan kedua jenjang dalam satu ekosistem pendidikan, memungkinkan pemantauan perkembangan akademik dan karakter secara berkelanjutan.

3. Murid SMP Otomatis Lanjut ke SMA: Lulusan SMP di SNT tidak perlu mengikuti SPMB ulang untuk masuk SMA, karena kurikulum dirancang berkelanjutan.

4. Seleksi Khusus untuk Siswa Berprestasi: Penerimaan dilakukan melalui dua jalur, yaitu usulan sekolah berdasarkan data prestasi dan undangan dari Puspresnas, diikuti dengan seleksi administrasi dan tes skolastik nasional.

5. Menggunakan Tiga Lapis Kurikulum.

6. Pendekatan STEAMS dan Coding-AI: Pembelajaran diperkuat dengan pendekatan STEAMS (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics, Sports), digitalisasi, materi coding dan AI, serta Learning Management System (LMS).

7. Fasilitas Berstandar Internasional: Fasilitas unggulan mencakup smart classroom, green school, laboratorium internasional, future library, studio seni kreatif, pusat olahraga internasional, hingga pusat inovasi guru.

8. Guru Direkrut Secara Khusus: Kepala sekolah dan guru direkrut oleh pemerintah pusat, dengan kemungkinan melalui jalur PNS.

9. Pembinaan Talenta Lebih Terarah: Ekstrakurikuler dirancang sebagai bagian dari pembinaan prestasi, ditargetkan untuk melahirkan juara nasional dan internasional.

10. Jumlah Murid Lebih Sedikit: Hanya 80 murid per SNT (40 SMP + 40 SMA), memungkinkan pembelajaran lebih intensif dan pembinaan talenta yang optimal.

Pemerintah menargetkan pengoperasian 17 SNT di berbagai daerah pada tahun ajaran 2026/2027, dengan rencana untuk mencapai 37 SNT pada tahun 2027 dan 500 SNT pada tahun 2029. SNT dirancang sebagai pusat peningkatan mutu pendidikan di setiap daerah, bukan sekadar membangun sekolah baru, tetapi juga mendekatkan layanan pendidikan bermutu dan menjadi penggerak peningkatan mutu sekolah-sekolah di sekitarnya.

Artikel Terkait