🔴 Breaking
Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok BRI Alokasikan Dividen Sebesar Rp52,1 Triliun, Setara Rp346 per Saham untuk Pemegang Saham Fenomena 'Inflasi Pengamat': Kesadaran Kritis atas Kualitas Informasi Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok BRI Alokasikan Dividen Sebesar Rp52,1 Triliun, Setara Rp346 per Saham untuk Pemegang Saham Fenomena 'Inflasi Pengamat': Kesadaran Kritis atas Kualitas Informasi
Kesehatan

Penelitian: Penggunaan Ganja Tidak Terbukti Mengurangi Kecemasan

Ilmuwan menemukan bahwa ganja tidak efektif dalam mengurangi kecemasan, apakah ini benar?

Adhe Dharma

Penulis

22 March 2026
11 kali dibaca
Penelitian: Penggunaan Ganja Tidak Terbukti Mengurangi Kecemasan

Baru-baru ini, sebuah penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan telah menemukan bahwa ganja tidak terbukti efektif dalam mengurangi kecemasan. Hal ini bertentangan dengan kepercayaan umum bahwa ganja dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan. Penelitian ini dilakukan untuk memahami lebih lanjut tentang efek ganja pada kesehatan mental.

Para peneliti telah melakukan penelitian yang melibatkan sejumlah besar partisipan yang menggunakan ganja untuk mengurangi kecemasan. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ganja tidak memiliki efek yang signifikan dalam mengurangi kecemasan. Bahkan, beberapa partisipan melaporkan bahwa penggunaan ganja justru meningkatkan kecemasan mereka.

"Kami tidak menemukan bukti yang cukup bahwa ganja dapat mengurangi kecemasan," kata salah satu peneliti. "Faktanya, beberapa partisipan melaporkan bahwa penggunaan ganja justru membuat kecemasan mereka lebih parah." Penelitian ini menunjukkan bahwa efek ganja pada kesehatan mental masih belum dipahami dengan baik dan memerlukan penelitian lebih lanjut.

Penelitian ini juga menemukan bahwa penggunaan ganja dapat memiliki efek yang berbeda-beda pada setiap individu. Sementara beberapa orang mungkin merasa bahwa ganja membantu mengurangi kecemasan, yang lain mungkin mengalami efek yang berlawanan. "Kami berharap bahwa penelitian ini dapat membantu meningkatkan kesadaran tentang efek ganja pada kesehatan mental," kata peneliti.

Penelitian ini merupakan langkah awal dalam memahami lebih lanjut tentang efek ganja pada kesehatan mental. Dengan demikian, diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran tentang penggunaan ganja dan efeknya pada kesehatan mental. Selain itu, penelitian ini juga dapat membantu dalam pengembangan terapi yang lebih efektif untuk mengurangi kecemasan dan stres.

Penemuan ini juga dapat memiliki implikasi pada kebijakan tentang penggunaan ganja. Beberapa negara telah melegalkan penggunaan ganja untuk tujuan medis, tetapi penelitian ini menunjukkan bahwa efek ganja pada kesehatan mental masih belum dipahami dengan baik. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami efek ganja pada kesehatan mental sebelum membuat keputusan tentang penggunaan ganja.

Artikel Terkait

Sumber: www.cnnindonesia.com