Pasar modal Indonesia kembali menarik perhatian dunia internasional. Transaksi sukuk PT Global Mediacom Tbk yang bernilai Rp550 miliar berhasil meraih penghargaan IFN Corporate Finance Deal of the Year 2025 dalam ajang IFN Awards yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia. Penghargaan ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan dalam transaksi pembiayaan korporasi, tetapi juga menunjukkan peran yang semakin signifikan dari instrumen pasar modal syariah dalam struktur pendanaan perusahaan di Indonesia.
Di tengah tantangan biaya pinjaman yang tinggi dan ketatnya likuiditas global dalam beberapa tahun terakhir, banyak perusahaan dalam negeri mulai mencari alternatif pembiayaan di luar pinjaman bank konvensional. Salah satu instrumen yang semakin banyak digunakan adalah sukuk korporasi. Transaksi sukuk Global Mediacom menjadi contoh nyata bagaimana perusahaan di sektor media dan teknologi memanfaatkan pasar modal syariah untuk memperluas sumber pendanaan mereka. Instrumen ini dianggap memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi emiten, terutama dalam memenuhi kebutuhan ekspansi bisnis dan transformasi digital yang memerlukan pendanaan jangka menengah hingga panjang.
Penghargaan Bergengsi di Industri Keuangan Syariah
Ajang IFN Deals of the Year Awards dikenal sebagai salah satu penghargaan paling prestisius dalam industri keuangan syariah global. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2006, penghargaan ini telah menjadi acuan internasional dalam menilai kualitas, inovasi, dan dampak dari transaksi keuangan syariah di berbagai negara. Direktur Utama Bahana Sekuritas, Reza Benito Zahar, menyatakan, “Penghargaan ini merupakan refleksi dari komitmen kami dalam menghadirkan solusi pasar modal yang relevan, inovatif, dan berdampak bagi klien. Di Bahana Sekuritas, kami percaya bahwa kepercayaan dibangun melalui konsistensi dalam kualitas eksekusi serta kedalaman pemahaman terhadap kebutuhan klien.”
Reza juga menambahkan, “Pencapaian ini semakin memperkuat peran kami dalam mendukung penguatan pasar modal Indonesia sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.” Setiap tahun, transaksi dari berbagai kawasan seperti Timur Tengah, Asia, dan Eropa bersaing dalam proses seleksi yang sangat ketat. Oleh karena itu, kemenangan transaksi dari Indonesia menunjukkan bahwa pasar keuangan syariah domestik semakin diperhitungkan baik di tingkat regional maupun global.
Pentingnya Pendalaman Pasar Modal
Momentum penghargaan ini juga muncul di saat industri keuangan nasional tengah mendorong pendalaman pasar modal sebagai sumber pembiayaan ekonomi jangka panjang. Selama ini, struktur pembiayaan korporasi di Indonesia masih sangat bergantung pada perbankan, sementara kontribusi pasar obligasi dan instrumen modal lainnya terus didorong untuk berkembang lebih besar. Penggunaan sukuk korporasi juga merupakan bagian dari upaya untuk memperluas basis investor dan meningkatkan variasi instrumen investasi di pasar domestik.
Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan terhadap instrumen berbasis syariah terus meningkat, baik dari investor institusi maupun ritel. Hal ini menjadikan transaksi berbasis syariah semakin penting, tidak hanya sebagai alternatif pembiayaan, tetapi juga sebagai bagian dari penguatan struktur pasar keuangan nasional. Bagi pasar modal Indonesia, penghargaan ini menjadi sinyal bahwa transaksi domestik kini mulai mampu bersaing di tingkat internasional, terutama dalam pengembangan instrumen keuangan syariah yang semakin berkembang di kawasan Asia.