JAKARTA - Penyakit Malaria Knowlesi, yang juga dikenal dengan sebutan Monkey Malaria, kembali menjadi perhatian publik setelah terdeteksi 357 kasus dan satu kematian di Malaysia. Di Indonesia, meskipun masih terbilang terkendali, penyakit ini sudah ditemukan di Aceh.
Pentingnya Penanganan yang Tepat
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr Inke Nadia Diniyanti Lubis, mengingatkan bahwa Malaria Knowlesi tidak dapat diobati dengan antibiotik biasa. Penanganan harus dilakukan dengan cepat dalam waktu maksimal 48 jam setelah diagnosis untuk mencegah infeksi berkembang menjadi lebih parah. “Dan tentunya perlu menghindari pemberian obat pengobatan sendiri, termasuk dengan pemberian antibiotik, karena untuk infeksi malaria tidak bisa disembuhkan dengan antibiotik, harus dengan antimalaria,” ungkap dr Inke pada Rabu (13/5/2026).
Proses Penularan Malaria Knowlesi
Dr Inke menjelaskan bahwa penyakit ini disebabkan oleh parasit plasmodium knowlesi yang berasal dari monyet dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles. Penularan biasanya terjadi di daerah yang berdekatan dengan hutan atau area perkebunan yang berbatasan dengan habitat monyet. “Terkadang monyet ini tidak meninggalkan habitatnya atau tidak meninggalkan hutan, mungkin sesekali saja keluar dari tempat hutan, masuk ke tempat perkebunan. Namun nyamuk lah yang bersirkulasi atau berdistribusi di daerah hutan dan juga di pinggir hutan,” tambahnya.