Ekonomi

Perbandingan Dividen DOSS dan IDPR: Pilihan yang Menarik untuk Investor?

PT Global Sukses Digital Tbk (DOSS) dan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (IDPR) akan membagikan dividen mini pada bulan Juli. Meskipun nominalnya kecil, kedua perusahaan ini menunjukkan komitmen dalam me...

I
Indriani Atmaja
22 June 2026 17 pembaca
DOSS membagikan dividen interim Rp3 per saham, sementara IDPR membagikan dividen tunai Rp5 per saham. (Foto: KabarBursa)
DOSS membagikan dividen interim Rp3 per saham, sementara IDPR membagikan dividen tunai Rp5 per saham. (Foto: KabarBursa)

PT Global Sukses Digital Tbk (DOSS) dan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (IDPR) berencana untuk membagikan dividen mini pada bulan Juli mendatang. Meskipun jumlah dividen yang dibagikan terkesan kecil, hal ini menunjukkan konsistensi kedua perusahaan dalam memberikan keuntungan kepada investor. DOSS akan memberikan dividen interim sebesar Rp3 per saham, sedangkan IDPR menawarkan dividen tunai sebesar Rp5 per saham.

Dari segi yield, DOSS sedikit lebih unggul. Dengan harga saham yang berada di kisaran Rp138 per lembar, dividen Rp3 per saham memberikan yield sekitar 2,17 persen. Sementara itu, IDPR yang diperdagangkan pada harga sekitar Rp308 per saham menawarkan yield sekitar 1,62 persen. Namun, daya tarik utama dari kedua saham ini tidak hanya terletak pada yield, tetapi juga pada cara pembayaran dividen dan kondisi fundamental yang mendasarinya.

Analisis Pembagian Dividen

DOSS membagikan sekitar Rp5,17 miliar atau setara dengan 14,8 persen dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp34,9 miliar. Perusahaan ini masih menyimpan sebagian besar keuntungannya untuk kebutuhan bisnis di masa depan. Di sisi lain, IDPR cenderung lebih konservatif. Berdasarkan estimasi laba yang berjalan dan kebutuhan dana dividen sekitar Rp5,15 miliar, rasio pembayaran dividen (payout ratio) perusahaan diperkirakan hanya sekitar 26 persen. Angka ini tergolong sehat dan memberikan ruang bagi perusahaan untuk menjaga likuiditas serta mendukung ekspansi proyek yang sedang berlangsung.

Pertumbuhan dan Kinerja Perusahaan

Perbedaan yang menarik terlihat pada sumber pertumbuhan masing-masing perusahaan. DOSS beroperasi di sektor distribusi dan ritel perlengkapan fotografi, videografi, serta gadget, yang sangat bergantung pada daya beli masyarakat dan perkembangan teknologi konsumen. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan ini berhasil menunjukkan perbaikan profitabilitas yang konsisten, tercermin dari kenaikan Return on Equity yang meningkat dari 2,40 persen pada akhir 2024 menjadi 5,12 persen pada kuartal pertama 2026. EBITDA perusahaan juga melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, IDPR merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pondasi dan konstruksi. Kinerja IDPR sangat dipengaruhi oleh aktivitas pembangunan dan investasi infrastruktur. Setelah beberapa tahun menghadapi tantangan di sektor konstruksi, perusahaan ini mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Pendapatan kuartal pertama 2026 meningkat hampir 39 persen secara tahunan menjadi Rp401 miliar, dan laba bersihnya naik dari Rp1 miliar menjadi Rp5 miliar, dengan pertumbuhan laba mencapai 400 persen.

Meskipun basis laba sebelumnya relatif rendah, lonjakan ini menunjukkan bahwa perusahaan berhasil mengubah pertumbuhan pendapatan menjadi keuntungan yang lebih nyata.

Valuasi dan Tantangan Pasar

Dari segi valuasi, DOSS terlihat sedikit lebih menarik. Price to Sales Ratio perusahaan berada di bawah satu kali, sementara PER pada kuartal pertama 2026 turun menjadi sekitar 24,76 kali. Penurunan PER ini menunjukkan bahwa pertumbuhan laba mulai mengejar harga saham. Di sisi lain, estimasi forward PER IDPR berada di kisaran 15,9 kali, yang juga tergolong wajar untuk perusahaan yang sedang dalam fase pemulihan.

Jika dilihat dari pergerakan pasar, kedua saham ini menghadapi tantangan teknis masing-masing. DOSS memiliki resistance kuat di area Rp143 hingga Rp145, sementara IDPR menghadapi tekanan jual yang signifikan di sekitar Rp320. Oleh karena itu, DOSS lebih cocok bagi investor yang mencari kombinasi antara pertumbuhan stabil, profitabilitas yang membaik, dan peluang peningkatan dividen di masa depan. Sebaliknya, IDPR menawarkan potensi yang lebih terkait dengan pemulihan sektor konstruksi dan peningkatan laba dari basis yang masih relatif rendah.

Jika tujuan utama adalah mencari dividend yield yang lebih menarik dengan fundamental yang terus membaik, DOSS memiliki keunggulan. Namun, jika investor percaya bahwa siklus proyek konstruksi nasional akan semakin kuat dalam beberapa tahun ke depan, IDPR bisa menjadi pilihan yang tak kalah menarik.

* Disclaimer: Berita atau informasi ini membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber terpercaya lainnya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Artikel Terkait