Jakarta - Isu mengenai pemanis alami Stevia tengah menjadi perbincangan publik setelah muncul dugaan bahwa kandungannya tidak sesuai dengan yang tertera pada kemasan. Produk yang diklaim sebagai pemanis tanpa kalori ini diduga mengandung kalori serta pemanis buatan yang tidak dicantumkan dalam daftar komposisi.
Di tengah kontroversi ini, dr. Igus Ulfa Yaze, seorang spesialis gizi klinik, menjelaskan bahwa Stevia sebenarnya adalah pemanis alami yang berasal dari daun tanaman Stevia. Pemanis ini memiliki kandungan kalori yang sangat rendah, bahkan bisa mencapai nol kalori. Ia menekankan bahwa tidak semua pemanis alami bebas kalori, ada yang mengandung kalori dan ada pula yang tidak, seperti Stevia.
Karakteristik Energi Stevia dan Gula Pasir
Dr. Yaze menjelaskan, "Yang Stevia itu low calorie, bahkan bisa sampai 0 (nol) kalori. Kalau pemanis seperti gula pasir, sukrosa, misalnya dari madu, itu kan dia berkalori. Bahkan 1 gramnya itu bisa sampai mengandung 4 kilokalori." Pemanis yang mengandung kalori, seperti gula, dapat memberikan energi bagi tubuh dan meningkatkan kadar insulin serta gula darah.
Sementara itu, Stevia memiliki karakteristik yang berbeda, karena tubuh manusia tidak dapat memecah atau memetabolisme glikosida yang terkandung di dalamnya. "Jadi akhirnya semua dari dia (Stevia) masuk sampai dia keluar bentukannya sama," tuturnya. Hal ini menyebabkan Stevia tidak memberikan energi bagi tubuh, sehingga dapat dikatakan mencapai nol kalori. Konsumsi Stevia juga tidak menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah seperti yang terjadi dengan gula biasa.
Kesimpulan Mengenai Stevia dan Gula
Dengan penjelasan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami perbedaan antara Stevia dan gula pasir. Meskipun Stevia merupakan alternatif pemanis yang menarik, penting untuk tetap memperhatikan komposisi dan klaim yang tertera pada kemasan produk.