Nasional

Portugal Tingkatkan Pengawasan Perbatasan Spanyol Pasca Insiden Ceuta

Perdana Menteri Portugal, Luis Montenegro, mengumumkan peningkatan penjagaan di perbatasan dengan Spanyol setelah insiden di Ceuta, meskipun menolak untuk menangguhkan Spanyol dari zona Schengen.

V
Vina Maharani
01 August 2026 19 pembaca
Portugal Perketat Penjagaan Perbatasan Spanyol usai Insiden Ceuta
Portugal Perketat Penjagaan Perbatasan Spanyol usai Insiden Ceuta

Pada hari Jumat, 31 Juli 2026, Perdana Menteri Portugal, Luis Montenegro, mengumumkan bahwa ia tidak akan menangguhkan Spanyol dari zona Schengen. Namun, ia memberikan instruksi untuk memperketat penjagaan perbatasan dengan Spanyol setelah terjadinya insiden di Ceuta.

Sebelumnya, Italia telah mendorong agar Spanyol ditangguhkan dari zona Schengen untuk melindungi keamanan nasional, menyusul masuknya ribuan imigran asal Maroko ke wilayah terluar Spanyol di Ceuta. Montenegro menjelaskan bahwa pengetatan perbatasan akan difokuskan di bagian selatan Portugal sebagai respons terhadap krisis migrasi yang terjadi di Ceuta dalam beberapa hari terakhir.

Pernyataan dan Tindakan Pemerintah

“Saya percaya bahwa tidak ada alasan bagi kami untuk menangguhkan aturan Schengen. Namun, ada alasan untuk meningkatkan pasukan keamanan untuk mengecek perbatasan, terutama area terdekat dengan Spanyol,” ungkapnya.

Pemerintah Portugal juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan menyatakan bahwa mereka telah melakukan yang terbaik dalam memperkuat pengawasan dan keamanan. Di sisi lain, Andre Ventura, Kepala Partai Chega, mengusulkan kepada Parlemen Portugal untuk menangguhkan perjanjian Schengen dengan Spanyol dan mendorong pengecekan di perbatasan darat setelah menyebut insiden tersebut sebagai invasi imigran di Ceuta.

Kerja Sama dengan Spanyol dan Maroko

Dalam beberapa hari terakhir, pemerintah Portugal telah melakukan komunikasi dengan Spanyol dan Maroko. Pasukan keamanan Portugal telah disiagakan untuk bekerja sama dengan Spanyol dalam operasi gabungan guna mencegah masuknya imigran ilegal dari Maroko.

Sementara itu, otoritas maritim Portugal telah meningkatkan patroli harian di sepanjang pesisir Algarve. Operasi pengamanan ini dilakukan oleh Polisi Maritim dan Angkatan Laut Portugal di area pesisir daratan dan lautan. Menurut laporan dari Portugal Resident, operasi ini bertujuan untuk memantau, mendeteksi, dan mengadang kapal barang yang diduga digunakan untuk menyelundupkan imigran serta untuk aktivitas ilegal lainnya.

Hingga saat ini, Portugal belum melaporkan adanya lonjakan imigran di wilayahnya menyusul krisis migrasi di Ceuta, Spanyol. Laut Algarve, yang terletak dekat Afrika Utara, berfungsi untuk mencegah kemungkinan masuknya imigran ilegal.

Artikel Terkait