Pendidikan

Program PKM Nasional 2026: Mendorong Kerjasama antara Perguruan Tinggi, Pemerintah, dan UMKM

Universitas Terbuka meluncurkan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Nasional 2026 untuk mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kademangan, Setu, yang diharapkan dapat...

E
Eko Prasetyo
24 June 2026 18 pembaca
kompas.com Sumber: kompas.com
Program PKM Nasional 2026: Mendorong Kerjasama antara Perguruan Tinggi, Pemerintah, dan UMKM
Sumber gambar: kompas.com

Keberlanjutan dan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tengah era disrupsi digital tidak dapat lagi bergantung pada model pengelolaan yang terpisah. Dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat, pelaku usaha lokal dituntut untuk meningkatkan kualitas mereka melalui penguasaan aspek legalitas, manajemen keuangan yang transparan, serta penerapan teknologi pemasaran yang terintegrasi. Untuk menjawab tantangan tersebut, Universitas Terbuka (UT) meluncurkan inisiatif strategis melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Nasional 2026 yang ditujukan bagi Perkumpulan UMKM Kademangan, Setu, di Aula Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan pada Rabu, 17 Juni 2026.

Inisiatif ini merupakan implementasi nyata dari konsep triple helix, yang mengintegrasikan keahlian akademik dari perguruan tinggi, dukungan struktural dari pemerintah daerah, serta keterampilan pelaku usaha di lapangan. Program ini tidak hanya sekadar seremoni untuk memenuhi Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga menerapkan pendekatan lintas disiplin yang komprehensif. Tiga fakultas di UT dikerahkan untuk menangani berbagai tantangan yang dihadapi UMKM Kademangan dari hulu hingga hilir. Intervensi ini mencakup perlindungan hukum terhadap Kekayaan Indikasi Geografis Batik Setu Kademangan, perbaikan tata kelola keuangan dan inovasi kemasan, serta pengoptimalan ekosistem digital berbasis SEO lokal dan katalog produk.

Strategi Holistik untuk Pemberdayaan UMKM

Pendekatan yang menyeluruh ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang efektif, yang mampu menciptakan UMKM yang mandiri, adaptif, dan berdaulat secara ekonomi. Para pemangku kepentingan menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pengembangan UMKM sebagai salah satu pilar utama perekonomian nasional. Melalui program ini, perguruan tinggi tidak hanya melaksanakan Tri Dharma, tetapi juga berkontribusi dalam memberikan solusi inovatif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Tim pertama berasal dari Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) yang dipimpin oleh Bahir Mukhammad dengan program “Perlindungan Kekayaan Indikasi Geografis dan Peningkatan Bisnis Perkumpulan UMKM Kademangan, Setu”. Kegiatan ini mencakup pendampingan perlindungan Kekayaan Indikasi Geografis Batik Setu Kademangan, pelatihan digital marketing, dan pelatihan batik kontemporer untuk melestarikan budaya lokal sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk unggulan daerah.

Peningkatan Kapasitas dan Daya Saing

Tim kedua berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang dipimpin oleh Adam Sudaryanto dengan program “Penguatan Daya Saing Perkumpulan UMKM Kademangan, Setu melalui Pelatihan Manajemen Keuangan dan Peningkatan Nilai Tambah Produk dengan Inovasi Kemasan”. Program ini berfokus pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM dalam mengelola keuangan usaha dan mengembangkan desain kemasan produk yang lebih menarik dan kompetitif untuk meningkatkan nilai tambah serta daya saing di pasar.

Tim ketiga dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST) yang dipimpin oleh Denisha Trihapningsari dengan program “Penguatan Pemasaran Digital Perkumpulan UMKM Kademangan, Setu melalui Sistem Informasi Katalog Produk, Optimalisasi Google Business Profile (SEO Lokal), dan WhatsApp Business”. Program ini mencakup pelatihan dan pendampingan penggunaan WhatsApp Business, optimalisasi Google Business Profile dengan penerapan SEO lokal, serta pelatihan dan pendampingan teknis dalam pengelolaan website katalog produk UMKM sebagai sarana promosi digital yang terintegrasi.

Ketiga program ini dirancang untuk saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan UMKM, mulai dari perlindungan dan penguatan identitas produk lokal, peningkatan kapasitas manajemen usaha, hingga pengembangan pemasaran digital berbasis teknologi informasi. Pendekatan multidisiplin ini diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih komprehensif dan berkelanjutan bagi perkembangan UMKM di Kademangan.

Sekretaris Dinas, Maya Elsera, menyampaikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan di wilayah Kota Tangerang Selatan merupakan implementasi dari tridharma perguruan tinggi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. "Melalui kegiatan PKM Nasional ini, Universitas Terbuka kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan masyarakat yang berkelanjutan," ujarnya. "Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan komunitas UMKM diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan yang efektif dalam menciptakan UMKM yang lebih inovatif, mandiri, dan berdaya saing di era digital," tambah Maya.

Artikel Terkait