PT Niramas Utama Tbk (JELI) telah resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia, menandai langkah penting bagi perusahaan dalam memperluas jangkauan bisnisnya. Melalui proses penawaran umum perdana (IPO), perusahaan berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp239,4 miliar dengan melepas 266 juta lembar saham.
Peningkatan Investasi di Kawasan Ekonomi Khusus
Sementara itu, investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika terus menunjukkan tren positif, mencapai Rp6,06 triliun pada triwulan pertama tahun 2026. Hal ini juga berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja, yang tercatat mencapai 20.862 orang. Pemerintah terus berupaya mendorong pertumbuhan investasi di kawasan tersebut.
Perkembangan di Sektor Listrik dan Saham Perusahaan Lain
Pemerintah juga telah menunjuk Danantara Indonesia sebagai penggerak utama dalam perdagangan listrik lintas negara antara Indonesia dan Singapura. Penunjukan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kolaborasi di sektor energi. Di sisi lain, jumlah investor di PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) mengalami penurunan, dengan 575 investor berkurang menjadi 60.101 pada Juni 2026, meskipun struktur kepemilikan saham perusahaan tetap tidak berubah.
Di pasar global, harga minyak diprediksi akan bergerak menuju stabilitas setelah OPEC+ memutuskan untuk meningkatkan produksi dan aktivitas ekspor melalui Selat Hormuz. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi global.