PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) telah mengidentifikasi beberapa saham dan produk investasi yang dianggap menarik untuk trading jangka pendek, seiring dengan potensi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diperkirakan terbatas pada periode 11-13 Mei 2026. Perdagangan saham pada pekan ini hanya akan berlangsung selama tiga hari karena adanya libur nasional dan cuti bersama untuk merayakan Kenaikan Yesus Kristus pada 14-15 Mei 2026. Situasi ini membuat para pelaku pasar lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan di tengah ketidakpastian sentimen baik global maupun domestik.
Analisis Pergerakan IHSG
Hari Rachmansyah, seorang analis ekuitas di PT Indo Premier Sekuritas, menyatakan bahwa pergerakan IHSG pada pekan ini berpotensi mengalami fluktuasi dengan tingkat volatilitas yang masih cukup tinggi. “Dalam kondisi ini investor disarankan untuk tetap selektif dengan pendekatan trading-oriented, memanfaatkan momentum pada sektor-sektor yang kuat, namun tetap disiplin dalam manajemen risiko,” ungkapnya pada Senin, 11 Mei 2025.
Dia juga menambahkan bahwa agenda rebalancing MSCI Indonesia yang dijadwalkan pada 12 Mei 2026 bisa memicu rotasi portofolio yang berpotensi menciptakan volatilitas jangka pendek, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar. Di sisi lain, pasar masih dipengaruhi oleh sentimen negatif terkait rencana kenaikan royalti mineral yang direncanakan mulai berlaku pada Juni 2026. Wacana penerapan bea ekspor dan windfall tax juga diperkirakan akan memberikan tekanan lebih lanjut terhadap saham-saham di sektor pertambangan dan energi.
Rekomendasi Saham dari IPOT
Hari menjelaskan bahwa kondisi pasar saat ini membuat penguatan IHSG sangat bergantung pada aliran dana domestik, terutama karena investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih dan belum menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah yang signifikan. Dia menekankan bahwa saham-saham besar di luar sektor minerba berpotensi menjadi penopang utama indeks dalam jangka pendek, sehingga selektivitas sektor menjadi kunci dalam strategi investasi pekan ini.
Menanggapi dinamika pasar, IPOT merekomendasikan beberapa saham trading yang dinilai memiliki potensi menarik untuk jangka pendek. Salah satu saham yang direkomendasikan adalah PT Panin Financial Tbk (PNLF) dengan rekomendasi buy pada level entry di 272, target price 290, dan stop loss di 268. Hari menambahkan bahwa secara teknikal, PNLF masih menunjukkan potensi untuk bergerak dalam tren naik dengan kisaran pergerakan antara 268 hingga 290 pada pekan ini.
Selain itu, IPOT juga merekomendasikan untuk membeli saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) dengan level entry di 4.510, target price 5.250, dan stop loss di 4.030. Menurut Hari, pergerakan teknikal BDMN masih menunjukkan tren penguatan yang didorong oleh rumor akuisisi Bank Danamon oleh Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) sebagai pemegang saham pengendali.
Rekomendasi lainnya adalah PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dengan area entry di 1.455, target price 1.605, dan stop loss di 1.385. Hari menyebutkan bahwa saham MAPI membentuk pola candle marubozu bullish yang menunjukkan potensi penguatan lebih lanjut. Selain itu, saham ini juga mencatatkan akumulasi asing selama sepekan terakhir mencapai Rp11,8 triliun.
IPOT tidak hanya merekomendasikan saham, tetapi juga produk reksa dana saham Premier ETF IDX High Dividend 20 (XIHD). Hari menilai ETF XIHD patut diperhatikan karena portofolionya terdiri dari saham-saham dengan dividen tinggi yang relevan di tengah mulai meningkatnya pembagian dividen interim oleh beberapa emiten. “Kondisi ini berpotensi menjadi katalis positif bagi kinerja XIHD, seiring meningkatnya daya tarik saham-saham berdividen,” tambahnya. Ia juga menekankan bahwa ETF XIHD dapat menjadi pilihan investasi defensif yang tetap menawarkan peluang imbal hasil di tengah dinamika pasar yang masih berfluktuasi.