Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi dijadwalkan melanjutkan safari politiknya ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada akhir Juli 2026. Kota Kupang akan menjadi titik awal kunjungan mantan Presiden tersebut.
Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali membantah anggapan bahwa rangkaian safari politik Jokowi bertujuan memperkuat posisi politik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Menurut Ahmad Ali, agenda tersebut merupakan bentuk silaturahmi sekaligus konsolidasi yang lahir dari banyaknya permintaan masyarakat agar Jokowi hadir dan berdialog secara langsung. "Safari politik ini merupakan bagian dari silaturahmi dan konsolidasi yang lahir dari antusiasme masyarakat. Jangan dipersempit seolah hanya untuk kepentingan politik seseorang," kata Ahmad Ali, dikutip pada Minggu, 19 Juli 2026.
Ia menegaskan Jokowi juga telah menyampaikan sikap politiknya secara terbuka, yakni mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga akhir masa jabatan.
Di sisi lain, safari politik Jokowi bersama PSI memicu respons dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sejumlah kader partai itu mengkritik rencana kunjungan Jokowi ke NTT, termasuk menyinggung polemik mengenai keabsahan ijazahnya. Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira meminta Jokowi mempertimbangkan kembali rencana tersebut. Menurut anggota DPR dari daerah pemilihan NTT I itu, masyarakat NTT memiliki perhatian besar terhadap dunia pendidikan sehingga isu mengenai ijazah dinilai dapat menjadi sorotan.
Respons Bro Ron Terhadap Kunjungan Jokowi
Berbeda dengan pandangan PDIP, Ketua Umum DPP PSI Ronald Aristone Sinaga atau Bro Ron menilai NTT merupakan salah satu basis dukungan Jokowi. Ia mengatakan banyak undangan yang datang, baik dari masyarakat maupun kader PSI. "Di timur sana suaranya Bapak sangat bagus, penggemarnya juga sangat banyak. Undangan dari masyarakat maupun PSI juga cukup banyak," ujar Bro Ron usai menemui Jokowi di Solo.
Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya kejutan dalam kunjungan Jokowi ke NTT, Bro Ron enggan memberikan penjelasan rinci. Ia hanya mengatakan kejutan tersebut sedang dipersiapkan. "Ya lihat saja nanti, mungkin seperti kemarin. Yang ada kerbaunya tapi dianggap lain," cetusnya.